Showing posts with label Tiger News. Show all posts
Showing posts with label Tiger News. Show all posts

Wednesday, 27 February 2019

Harimau Versus Singa..!! Siapa Pemenangnya..??


Singa dan harimau adalah dua hewan yang sama sama bergelar raja. Raja Hutan Versus Raja rimba Bila keduanya bertarung, kira-kira siapa yang akan menang?


Jika melihat fisik keduanya harimau jantan dewasa dan singa jantan dewasa memiliki bobot yang berimbang yaitu skitar 300 kg. Pertarungan dua raja hutan ini kerap terjadi didalam arena aduan jarang sekali terjadi pertarungan alami yang melibat kedua jenis hewan carnovora ini di alam bebas. Singa secara umum mendiami padang padang rumput Afrika sedangkan harimau pada umumnya merajai belantara belantara lebat di benua Asia.

Perbedaan habitat ini jelas membuat pertarungan alami keduanya sangatlah langka terjadi. Pertarungan hewan buas ini sempat menjadi trend dijaman Romawi Kuno. Hewan hewan ini dimasukan didalam sebuah arena untuk bertarung sampai mati. Walau tak ada catatan resmi mengenai hasil pertarungan tetapi beberapa lukisan kuno yang menggambarkan pertarungan dasyat tersebut kerap menampilkan kemenangan harimau..

Pada tahun 2011, seekor harimau membunuh seekor singa dengan sekali hantam di kebun binatang Ankara Turki. Harimau yang menemukan celah di antara pagar pembatas tanpa takut menyerang singa dan membunuhnya dengan merobek urat besar dileher singa dengan sekali tebasan. Seorang ahli biologi di Smithsonian Zoo, juga mengatakan kepada Live Science kalau harimau juga akan menang jika berkelahi dengan singa.

"Dari yang saya lihat, harimau lebih agresif. Mereka menyerang tenggorokan, dan langsung membunuh. Sementara singa lebih senang menyerang dan bermain-main dengan korbannya," ujar Saffoe. Singa jantan biasanya bertarung secara berkelompok bila ada yang menyerang wilayahnya. 

Harimau mungkin menang dalam pertarungan satu lawan satu. Namun dua atau tiga singa jantan pasti bisa mengalahkan seekor harimau. Begitu juga bila sekelompok singa betina melawan harimau betina. Mereka menyimpulkan, meski harimau bisa mengalahkan singa dalam pertarungan satu lawan satu, tetapi sekelompok singa bisa jadi menang melawan seekor harimau.

Friday, 21 September 2018

Hewan-Hewan Paling Terancam Punah

1. Burung Condor California
California Condor ( Gymnogyps californianus ) punya masa hidup hingga 50 tahun. Namun, perburuan, racun, dan hilangnya habitat, menjadikannya salah satu burung paling langka di dunia. Bahkan pada era 1980 - an, burung ini nyaris tak bersisa. Berkat usaha pelestarian, saat ini masih ada 332 condor yang tersisa, 152 di antaranya di alam bebas.

2. Orangutan
Sumatera Orangutan dari Indonesia ini mengalami nasib terancam punah karena hal sama: perburuan dan hilangnya habitat. Selain itu, orangutan sumatra ( Pongo abelii ) sulit bertambah karena siklus reproduksi yang rendah. Satu orangutan betina hanya mampu memproduksi tiga keturunan sepanjang hidupnya.

3. Hiu Gangga
Sesuai namanya, hiu gangga ( Glyphis gangeticus ) hidup di Sungai Gangga, India . Penyebab kepunahan spesies ini berasal dari perburuan, hilangnya habitat karena polusi air, dan meningkatnya penggunaan sungai oleh warga.

4. Gorila Gunung
Populasi gorilla gunung ( Gorilla beringei ) berkurang drastis karena penggundulan hutan, perburuan, dan perdagangan menjadi hewan peliharaan. Membuat populasi mereka hanya tersisa 720 individu dialam liar.

5. Buaya Filipina
Meski dilindungi, survei di tahun 1995 menyebutkan jumlah buaya filipina( Crocodylus mindorensis ) hanya tersisa 100 individu dewasa.

6. Black Fotted
Ferret Black-footed ferret ( Mustela nigripes ) terancam kehidupannya karena pembangunan fasilitas untuk manusia yang hanya menyisakan habitat kurang dari dua persen dari ukuran aslinya.

7. Harimau Siberia
Jumlah harimau siberia ( Panthera tigris altaica ) yangmasih hidup di alam bebas diperkirakan hanya berjumlah 350- 450 individu. Ancaman utamanya adalah perburuan untuk bulu dan tulangnya.

8. Serigala Merah
Serigala merah ( Canis lupus rufus ) berhasil melewati masa Pleistosen. Namun, gagal bertahan di dunia modern manusia. Dulunya, serigala ini menyebar di tengara Amerika Serikat. Tapi populasi serigala merah akhirnya menurun tajam setelah adanya program control predator dan hilangnya habitat Diperkirakan hanya tinggal 100 individu tersisa di alam liar Carolina Utara. 150 lainnya menjadi penghuni fasilitas penangkaran di seluruh AS.

9. Paus Western
Gray Meski sudah dilindungi sejak tahun 1947, populasi paus western gray ( Esrichtiius robustus ) gagal pulih total. Dari 100 individu paus ini, hanya 23 di antaranya betina produktif.

10. Badak
Sumatera Badak Sumatera ( Dicerorhinus sumatrensis ) merupakan spesies badak terkecil. Biasa ditemukan di hutan hujan atau rawa di India dan Asia Tenggara. Saat ini jumlahnya diperkirakan hanya tinggal 300 individu. Penyebab utamanya adalah perburuan ilegal demi cula yang mencapai harga lebih dari Rp 285 jutaan per kilogram di pasar gelap.

Harimau Sumatra Di Daratan Inggris Raya

Seekor harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) melahirkan sepasang anak di Kebun Binatang London. Hal ini merupakan pencapaian besar program pelestarian hewan langka; di alam diduga hanya terdapat 300 harimau jenis ini yang tersisa. Saat-saat kelahiran anak harimau ini sempat diabadikan melaui CCTV pihak kebun binatang, demikian dilansir dari The Mirror. Para pawang terkejut melihat harimau betina bernama Melati dan pasangannya, Jae Jae tahu-tahu sudah bersiap untuk persalinan. Anak harimau pertama dilahirkan jam 09:10 waktu setempat pada hari Senin (27/06), sedangkan anak kedua menyusul 50 menit kemudian.

Petugas Kebun Binatang London, Teague Stubbington mengatakan, "Kami sangat gembira dengan kedatangan dua anggota baru di sini, dan bagaimana Melati mulai mengurus kedua anaknya. Kamera tersembunyi memungkinkan kita dapat memantau anak-anak harimau 24 jam sehari, setiap hari tanpa menggangu orang tuanya sama sekali. Hal ini ideal sementara anak harimau belajar mengenal induknya."

"Sementara kami masih belum mengetahui apakah tiga bayi itu jantan atau betina, kami mulai mengamati perkembangan individu mereka," kata Penjaga Kebun Binatang London, Teague Stubbington, seperti dilansir laman LiveScience, Kamis (13/3). "Kami menamai salah satunya Trouble, karena dia lebih berani dibanding yang lain, yang pertama mulai menjelajahi kandang dan kami melihatnya bangun ketika saudara-saudaranya tidur," ujarnya. Tiga dari sembilan subspesies harimau telah punah selama 70 tahun terakhir dan para ahli konservasi mulai khawatir harimau sumatera menuju ke arah kepunahan.

Selama lebih dari 14 tahun, ZSL telah bekerja sama di Sumatra dengan mitra dari pemerintah untuk meningkatkan perlindungan terhadap harimau Sumatra. Kebun binatang London di Inggris benar benar menyambut kehadiran tiga bayi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Setelah masa mengandung selama 106 hari, harimau sumatera berusia lima tahun yang bernama Melati melahirkan tiga anak di sarangnya pada 3 Februari lalu.

Binatang yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera, Indonesia, itu masuk dalam daftar merah satwa yang kritis terancam punah dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN). Jumlah harimau sumatera mungkin tidak lebih dari 500 di alam liar. Sekitar 200 lainnya hidup di kebun binatang, kata Kebun Binatang Sacramento yang menyambut kelahiran satu anak harimau tahun lalu.
Sementara menurut organisasi konservasi WWF Indonesia, populasi harimau sumatera yang hidup di blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut, dan hutan hujan pegunungan tinggal 400 saja.

Undang Undang Perlindungan Hewan

Harimau Sumatera termasuk satwa liar yang dilindungi undang-undang, sebagaimana tertuang dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999, dan ada kententuan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 bahwa:

Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai,membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara,mengangkut,dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2)); Barang Siapa Dengan Sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati.


(Pasal 21 ayat (2) huruf b), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2)); Dengan Sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; (Pasal 21 ayat (2) huruf d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));

Seberat apapun ancaman yang tertulis didalam Undang-Undang semua menjadi tiada artinya apabila tidak didukung penuh oleh aparatur peneyelenggara negara yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Undang-Undang tersebut dilapangan. Dan sehebat apapun kinerja aparatur negara dalam melaksanakan setiap point yang tertera didalam Undang-Undang tetap saja terdapat titik titik kesenjangan yang dalam apapbila penanganannya masih terdapat tebang pilih serta sosialisasi yang baik tentang dampak buruk apabila hilangnya satu satwa didalam rantai makanan.

Kucing Kucing Super Besar

Smilodon
Smilodon adalah salah satu predator prasejarah paling terkenal, dan juga salah satu yang paling tangguh. Setidaknya ada tiga spesies hidup di Utara dan Amerika Selatan; spesies terkecil, Smilodon gracilis, seukuran jaguar modern, sedangkan Smilodon fatalis sebesar singa.
Namun, spesies Smilodon Populator berbobot 300 kg dan rata-rata mencapai hingga 500 kg ketika dewasa.  Smilodon tidak begitu lincah seperti kucing modern, tapi ia sangatlah kuat, dengan kaki yang kuat juga leher yang tebal, dan terutama kukunya yang panjang untuk mencengkeram mangsanya. Taringnya bisa mencapai 30 cm panjangnya, dan sempurna untuk menyebabkan cedera fatal bajing tanah, hewan besar, bahkan juga mammoth.


Harimau Pleistosen
Harimau Pleistosen merupakan 'versi awal' dari harimau yang sama kita lihat sekarang. Harimau berkembang di suatu tempat di Asia sekitar 2 juta tahun yang lalu, mangsanya beragam jenis herbivora besar yang tinggal di benua pada saat itu.  Harimau adalah kucing terbesar saat ini, dengan Bengal besar dan Siberia jantan yang berbobot hingga mencapai 300 kg atau lebih. Selama jaman Pleistosen, pasokan makanan lebih besar, sehingga harimau itu juga tumbuh lebih besar, dengan bobot 490 kg .

Harimau Ngandong.
Harimau Ngandong (Panthera tigris soloensis) adalah subspesies harimau yang telah punah, yang dahulu hidup tersebar di wilayah Paparan Sunda di Indonesia pada kala Plestosen. Fosil P. t. soloensis ditemukan terutama di situs Ngandong, desa Nglebak, Kradenan, Blora. Hanya tujuh fosil yang diketahui, sehingga membuat penelitian terhadap hewan ini menjadi sulit.
Dari sedikit peninggalan P. t. soloensis yang diketahui, diperkirakan hewan ini berukuran seperti harimau benggala saat ini. Akan tetapi, beberapa spesimen menunjukkan ukuran yang lebih besar daripada ukuran harimau modern lainnya di Indonesia. Heltler dan Volmer (2007) memperkirakan bahwa harimau ngandong jantan dapat mencapai berat potensial hingga 480 kilogram, lebih berat daripada harimau siberia yang merupakan kucing terbesar yang masih ada.

Cave Lion
Singa Gua adalah subspesies singa raksasa, beratnya mencapai 300 kg atau lebih. Ini adalah salah satu predator paling berbahaya dan kuat selama Zaman Es terakhir di Eropa, dan ada bukti bahwa ia ditakuti, dan mungkin disembah oleh manusia prasejarah. Banyak lukisan gua dan beberapa patung telah ditemukan yang menggambarkan Singa Gua.
Menariknya, ini menunjukkan bahwa singa ini nyaris tidak memliki bulu leher, seperti pada harimau modern. Hal ini membingungkan, beberapa lukisan gua juga menunjukkan Singa Gua memiliki garis-garis samar pada kaki dan ekor. Hal ini menyebabkan beberapa ilmuwan menyimpulkan bahwa mungkin Singa Gua sebenarnya lebih terkait dengan Harimau.

Singa Amerika
Singa Amerika atau Atrox Panthera, mungkin yang paling dikenal dari semua kucing prasejarah setelah Smilodon. Ia tinggal di Utara dan Amerika Selatan (dari Alaska ke Peru) selama zaman Pleistosen, dan punah 11.000 tahun lalu. Singa Amerika adalah kucing terbesar di Amerika Utara selama Zaman Es, beratnya mencapai 470 kg, bahkan mungkin 500 kg dan mampu memangsa hewan yang sangat besar.

Machairodus Kabir
Machairodus, mungkin tampak seperti harimau raksasa dengan gigi pedang, walaupun tidak mungkin untuk mengetahui apakah kulitnya bergaris-garis, berbintik-bintik atau jenis lain dari tanda bulunya.
Machairodus jarang disebutkan sebagai kucing raksasa, tetapi fosil yang ditemukan di Chad, Afrika, (dan diklasifikasikan sebagai spesies baru, Machairodus kabir), menunjukkan bahwa makhluk ini merupakan salah satu kucing terbesar dengan bobot 490 kg atau mungkin 500 kg.

Giant Cheetah
Cheetah Raksasa (Acinonyx pardinensis), berasal dari genus yang sama dengan Cheetah modern kita (Acinonyx jubatus), dan mungkin tampak sangat mirip, tapi jauh lebih besar. Dengan bobot 120-150 kg, ia mampu memangsa hewan yang lebih besar daripada besar tubuhnya.
Namun ada beberapa perdebatan apakah ia bisa lari secepat Cheetah modern, karena beratnya yang lebih besar, namun menurut beberapa ahli, Cheetah Raksasa memiliki kaki lebih panjang dan jantung serta paru-paru yang lebih besar, memungkinan ia mampu berlari secepat atau bahkan lebih cepat daripada cheetah modern saat ini yang kemampuan larinya bisa mencapai lebih dari 115 km/jam.

Homotheirum
Juga dikenal sebagai 'kucing pedang', Homotherium adalah salah satu kucing paling sukses di zaman prasejarah, ditemukan di Amerika Utara dan Amerika Selatan, Eropa, Asia dan Afrika. Ia pemburu yang baik, disesuaikan dengan kaki yang cepat berjalan dan aktif terutama pada siang hari sehingga menghindari persaingan dengan predator nokturnal lainnya.
Kaki depannya sangat panjang dan kaki belakang lebih pendek, yang memberikan penampilan yang sedikit seperti hyena. Meskipun Homotherium tidak terkenal untuk ukurannya, namun fosil beberapa sisa-sisa kucing pedang, baru-baru ini ditemukan di Laut Utara menunjukkan bahwa mereka bisa mencapai berat 400 kg, lebih besar daripada harimau Siberia modern.

European Jaguar
Berbeda dengan Jaguar raksasa, jaguar Eropa atau gombaszoegensis Panthera tidak berasal dari spesies yang sama seperti jaguar modern. Jaguar Eropa adalah predator besar, beratnya mencapai 210 kg atau lebih, dan mungkin di bagian atas rantai makanan di Eropa, 1,5 juta tahun yang lalu. Fosilnya telah ditemukan di Jerman, Perancis, Inggris, Spanyol dan Belanda.
Giant Jaguar. Jaguar sekarang bertubuh lebih kecil jika dibandingkan dengan singa atau harimau, berat rata-rata mereka biasanya 60-100 kg. Namun pada zaman prasejarah, bagian dari Amerika Utara dan Selatan adalah rumah bagi Jaguar raksasa. Masih spesies yang sama dengan jaguar modern. Ia berukuran melebihi singa dewasa atau harimau, dan mungkin beberapa kali lebih kuat begitu pula dengan dengan gigitannya

Xenosmilus
Xenosmilus bertaring pendek, tebal, namun cukup tajam. Semua giginya (bukan hanya gigi taring) memiliki tepi bergerigi untuk memotong daging, dan lebih seperti gigi hiu atau dinosaurus karnivora, dibanding gigi kucing modern.  Dengan bobot 180-230 kg, Xenosmilus tidak mencekik mangsanya seperti kucing modern melakukannya, ia hanya menggigit sepotong besar daging dari korban, dan menunggu mangsanya mati kehabisan darah.

Masih ada yang kurang gak..kalo ada koment yah..Thanks For All Tiger Lover




Menunggu Kebangkitan Harimau Kaspia


Harimau kaspia ( Panthera Tigris Virgata ) adalah salah satu subspesies harimau yang telah dinyatakan punah pada akhir tahun 1950-an. Walau sudah punah tetapi terdapat baru baru ini ada sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Biological Conservation mengatakan bahwa harimau kaspia ini bisa dibangkitkan kembali dari kubur. Harimau ini secara fisik hampir sama persis dengan harimau Siberia yang masih eksis hingga saat ini. Bobotnya bisa mencapai lebih dari 136 kilogram dan termasuk spesies kucing kucingan terbesar yang pernah hidup dimuka bumi ini.

Belum lama ini beredar kabar telah ditemukan ada sebuah sub spesies harimau yang sangat mirip dengan harimau Caspia selain Harimau Suberia disebuah wilayah misterius Republik Federasi Rusia. Spesies ini ditemukan oleh sekumpulan peneliti yang didanai oleh World Wildlife Fund (WWF) yang memang memiliki rencana ambisius untuk menangkap sejumlah harimau yang secara genetik mirip dengan harimau kaspia. Setelah itu, mereka akan menciptakan lagi harimau kaspia dan membangkitkannya dari kepunahan.
Harimau kaspia punah ketika Rusia menduduki Turkestan sebuah daerah luas yang meliputi wilayah Rusia modern, Mongolia, Tiongkok, Kazakstan, Itak, Afganistan, dan sejumlah area negara-negara Asia yang lain. Kehadiran Pasukan merah telah menyebabkan kerusakan yang luar biasa untuk ekosistem setempat. Perburuan liar serta perluasan wilayah pertanian telah membuat harimau Kaspia menjadi kenangan yang sangat menyedihkan.

Banyak tempat tinggal harimau kaspia yang diubah menjadi lahan bercocok tanam. Tak hanya itu, banya harimau kaspia yang juga diburu sebagai bentuk olahraga dan latihan militer. Terkadang para anggota militer juga sengaja memburu harimau kaspia untuk kesenangan. Sebagian besar babi liar yang merupakan makanan utama mereka juga mati gegara diburu, bencana alam, dan penyakit.

Sejarah kelam masa lalu dari negri Beruang Merah telah meninggalkan luka yang cukup dalm bagi para pecinta dan pemerhati harimau hingga mendorong beberapa peneliti untuk melakukan berbagai riset agar dapat menghidupkan kembali harimau Kaspia dari ketiadaan.  Walaupun tidak mungkin tetapi Ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi masih memungkinkan untuk mewujudkannya.

Analisis ini bisa saja terjadi karena beberapa peneliti telah melakukan analisis genetik terhadap satu subspesies harimau yang lain yang masih eksis disekitar wilayah tersebut . Subspesies tersebut kerap disebut sebagai Harimau Amur. Harimau Amur atau Harimau Siberia ternyata memilki kekerabatan cukup dekat dengan harimau kaspia sebagaimana diperkirakan sebelumnya. Hingga saat ini, harimau Siberia masih hidup. Walaupun sudah diklasifikasikan sebagai ‘terancam punah’, harimau Siberia masih bisa ditemukan hidup di alam liar pegunungan Sikhote Alin dan Provinsi Primorye di Rusia.

Hasil dari pemetaan genetik menunjukkan bahwa nenek moyang dari kedua spesies ini ternyata sama. Nenek moyang mereka hidup di area Asia tengah dan bermigrasi melewati jalur sutra sekitar 10 ribu tahun yang lalu. Akhirnya, sejumlah populasi tinggal di area Turkestan dan menjadi harimau kaspia. Sedangkan sisanya bermigrasi ke Rusia dan berevolusi menjadi harimau siberia.

Menurut hasil observasi peneliti, di luar beberapa perbedaan fisik yang sangat sedikit, harimau siberia dan harimau kaspia dianggap tak akan bisa dibedakan dalam level genetik. Karena itulah para peneliti berani mencoba untuk mengembangkan ulang dan melahirkan kembali harimau kaspia dari kematian. Habitat baru untuk harimau kaspia sudah disiapkan di Kazakstan. Tempat ini dianggap layak untuk tempat tinggal 100 harimau kaspia dalam waktu 50 tahun ke depan. Proyek ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang regional setempat dan agensi pemerintahan.


Wednesday, 11 July 2018

Tiger Amur Sang Pembantai Srigala

Jauh didalam rimba bersalju diakhir abad 19 dan diawal abad 20 telah terjadi sebuah pembantaian sempurna yang dilakukan para harimau kepada para Srigala. Harimau dengan segala kemampuan alamiahnya telah melakukan invasi besar besaran terhadap keberadaan Srigala hingga sampai ketitik nadir di daratan Timur jauh Rusia. Tak Nampak lagi Srigala yang berkeliaran kecuali akan segera menjadi bangkai atau makan siang sang raja apabila tercium jejaknya. Populasi Srigala nampak telah diambang kepunahan akibat konflik alamiahnya dengan kucing kucing besar penguasa daratan Siberia. 

Kejadian luar biasa ini telah mendorong Harimau Amur sebagai salah satu faktor alamiah utama yang mampu menekan laju pertumbuhan jumlah serigala diakhir abad 19 dan awal abad 20 didaratan Siberia. Pertarungan penuh darah ini telah memakan korban yang sangat besar hingga mendorong habitat Srigala nyaris sampai pada titik kepunahan total selain karena pembantaian yang dilakukan oleh umat manusia. Sebagaimana yang dialami Srigala di Benua Eropa dan Amerika karena sebab sebab mistis tertentu dan dianggap sebagai hama karena kerap memburu dan membantai hewan hewan ternak dimasa masa kritisnya.

Pembantaian para pesaing harimau di Timur Jauh Rusia oleh Harimau Amur sebagai pemuncak rantai makanan membuat sejumlah komponen fungsional ekosistem alam menjadi timpang dan sangat tidak signifikan. Serigala benar benar tak berdaya dan tak mampu untuk melepaskan diri dari pembantaian ekslusif habitatnya oleh para kucing besar itu. Masa depan Srigala benar benar kelam dan nyaris tanpa sisa sama sekali.
Peranan srigala mulai nampak disaat harimau Amur mengalami masa kritisnya akibat pembantaian besar besaran yang dilakukan oleh manusia. Perburuan besar besaran sebagai barang komoditi dagangan yang dibungkus cerita manis predator pemakan daging yang menjelma menjadi hama bagi para peternak lokal telah sukses mengantarkan harimau Amur pada jurang kepunahan yang sangat nyata. Terbukti dari punahnya harimau Kaspia akibat pembantaian secara sistematis yang dilakukan oleh para penjahat berkedok pelindung masyarakat hampir terjadi kembali kepada saudaranya Harimau Amur.

Kolonialisasi Rusia serta perkembangan Industri dan berbagai perang yang berkecamuk hebat di Rusia Timur Jauh di akhir abad 19 dan di awal abad 20 benar benar nyaris menamatkan Histori Harimau Amur sebagaimana terjadi pada Harimau Kaspia. 

Menipisnya jumlah Harimau telah memberikan ruang baru bagi para Srigala untuk dapat berkembang dan menjalani fungsi alamiahnya sebagai pesaing harimau didaratan. Memori penduduk yang telah lama hilang tentang aksi-aksi Srigala mulai tumbuh kembali. Mereka mulai tumbuh dan menguasai daerah daerah yang ditinggalkan harimau karena pembantaian masiv yang dilakukan oleh pemerintah dan para pemburu lokal Rusia.

Keadaan ini berubah disaat pemerintah Rusia mulai menghentikan pembantaiannya terhadap Harimau Amur. Predator ini mulai mendapatkan tempat dan dilindungi secara ketat oleh pemerintah komunis Rusia. Berbagai tindak perburuan dan pembunuhan terhadap Harimau Amur dianggap sebagai kejahatan besar dan pemerintah memberlakukan hukuman yang berat serta berbagai aturan yang ketat tentang keberadaan harimau Amur dan habitatnya. Pemburu, penadah dan pelaku bisnis organ tubuh harimau mulai terjepit dan perlahan lahan mengalihkan wilayah perburuan mereka diluar wilayah Hukum Rusia.

Kabar baik tentunya bagi Harimau Amur dan malapetaka baru bagi Srigala. Laju pertumbuhan harimau sebagai pemuncak rantai makan mulai membayangi kisah maut Srigala sebagaimana dialami oleh mereka pada masa masa sebelumnya.  Kekaisaran Harimau mulai bangkit dan kembali menekan Jumlah Srigala sebagai pesaing dekat mereka dalam perburuan. 

Harimau tetap sebagai funsi alamiahnya yaitu membatasi perkembangan para Srigala dan mamalia lain didaratan Timur Jauh Rusia. Bahkan dalam beberapa catatan tentang konflik berdarah ini para pelaku konservasi alam di Rusia telah mentolelir tindakan sang harimau didalam peranannya sebagai predator yang efektif untuk menjaga ledakan populasi Srigala didalam habitat alamiahnya.

Tuesday, 10 July 2018

Pertarungan Dua Raksasa Siberia

Setelah penurunan populasi mamalia yang terjadi antara tahun 1944 sampai dengan tahun 1959, Terdapat lebih dari 32 kasus penyerangan harimau Amur terhadap beruang hitam coklat. Namun ada catatan lain yang menyebutkan untuk wilayah Asia dan Timur Jauh Rusia ditemukan beberapa sampel pembunuhan Beruang Hitam dan Coklat oleh Harimau Amur dewasa. Catatan-catatan itu juga menyebutkan bahwa kasus penyerangan Harimau Amur kepada Beruang Hitam Asia lebih jarang terjadi dibandingkan penyerangan kepada Beruang Coklat. Hal terjadi karena kemungkinan Beruang Coklat tinggal di habitat yang lebih terbuka dan tidak dapat memanjat pohon.

Kasus bunuh membunuh antar dua spesies ini bisa dibilang memiliki grafik yang panjang karena dalam catatan lain dan dalam periode yang sama terdapat empat kasus pembunuhan Harimau Amur betina muda oleh Beruang Coklat. Pertarungan antar keduanya lebih cendrung terjadi akibat serangan yang dilakukan oleh Harimau Amur  karena mengganggap Beruang adalah mangsanya. Didalam kasus lainnya bisa dibilang Beruang Coklat bertarung melawan Harimau Amur sebagai tindakan membela diri atas serangan yang dilakukan oleh harimau harimau tersebut.


Walaupun secara fisik beruang lebih besar dari Harimau Amur tetapi karena kecerdikan dan kelincahannya dalam berburu mangsa membuat kondisi pertarungan ini menjadi lebih milik harimau. Harimau Amur dengan sergapan maut dan berbagai naluri membunuh yang sempurna mengalir didalam darahnya kerap menaklukan Beruang Coklat dalam sebuah sergapan maut yang sangat terencana. Sergapan maut ini biasanya mengarah langsung kepada leher Beruang Coklat hingga sang beruang tak berkutik dan kemudian mati lemas dibawah cakaran dan gigitan maut sang raja.

Setelah tewas biasanya sang penakluk akan segera mengkonsumsi sang beruang terutama dibagian punggung dan selangkangan beruang yang sarat lemak dan kandungan bergizi lain bagi sang harimau. Perburuan beruang dilakukan oleh Harimau Amur secara cermat dan teratur. Mereka kerap  memangsa beruang muda dan Beruang Coklat dewasa secara berkala. Perburuan sistematis ini tercatat didalam sebuah laporan yang menyebutkan bahwa serangan harimau amur terhadap beruang betina dewasa dan beruang coklat oleh seekor harimau jantan besar juga adalah hal yang sangat biasa terjadi apabila mamalia mangsa harimau sulit didapatkan.

Statisitik pembunuhan Beruang Coklat yang dilakukan oleh Harimau Amur dewasa tidak diketahui dan tidak terdeteksi selama penelitian yang dilakukan antara tahun 1993 dan 2002 oleh sebuah badan khsusus yang dibentuk oleh pemerintah Federal Rusia. Beruang Coklat Ussuri bersama dengan beruang hitam Asia yang lebih kecil secara fisik adalah makanan tahunan dari Harimau Siberia,  didalam catatan ini terdapat kasus dimana Harimau Amur mampu meniru seruan Beruang Hitam Asia untuk menarik mereka kedalam jebakan maut mereka.

Dari beberapa sumber yang valid beruang pada umumnya takut kepada harimau dan akan mengubah haluan mereka setelah mengetahui bahwa wilayah yang mereka datangi adalah wilayah kekuasaan Harimau Amur. Walaupun hal ini kerap menjadi perdebatan Yudakov dan Nikolaev pada musim dingin 1970-1973 mencatat terdapat dua kasus beruang yang tidak menunjukkan rasa takutnya kepada Harimau Amur dewasa.  Dan pada kasus lain terjadi perubahan jalur Beruang Coklat saat melintasi jalur harimau. Catatan tersebut mengamati perilaku beruang yang mengikuti jejak Harimau Amur untuk mengais-ngais sisa makanan harimau bahkan berpotensi untuk membunuh dan memangsa harimau.

Meskipun secara fisik mereka terancam tetapi dalam beberapa kasus beruang coklat benar-benar mendapat manfaat dari kehadiran harimau dengan memanfaatkan sisa makanan harimau. Harimau yang berburu mereka yang menghabiskan sisanya. Dalam kasus ini biasanya Beruang Coklat memilih mengikuti Harimau Amur betina yang jauh lebih kecil dari dirinya. Selain resikonya lebih kecil dalam beberapa kasus Beruang Coklat dewasa mampu membunuh Harimau Amur betina dengan mudah apabila terjadi konflik selama proses simbolmutualisme ini


Monday, 9 July 2018

Asal Usul harimau Jawa ( Tamat )


kembali ke topik , untuk memahami asal-usul harimau Ngandong sebagai harimau terbesar didunia, besar kemungkinan bahwa setiap kelompok harimau diatas tidak terkait satu sama lain. contohnya spesies harimau pada masa letusan toba kemungkinan besar telah punah, yang kemudian digantikan oleh gelombang migrasi harimau yang lain dari daratan asia. 

Jadi sekali lagi mereka bisa jadi harimau yang sama sekali berbeda yang berasal dari daratan yang berbeda pada waktu yang berbeda. yang berasal dari daratan asia menggantikan harimau jenis sebelumnya yang kemungkinan punah karena bencana2 tersebut. Analisis DNA lebih lanjut di masa depan mungkin dapat memecahkan misteri ini. Semoga.

tetapi tahukah anda bahwa harimau jawa memiliki pola loreng di wajah yang paling tidak teratur (irregular), terutama daerah di atas hidung mereka.pola yang masih primitif atau kurang sempurna dibandingkan dengan harimau lain yang pola nya tegas dan jelas.

selain itu harimau jawa juga mempunyai pola loreng yang khas ditubuhnya yaitu garis-garis tipis yang rapat yang kadang jarang bercabang. bandingkan dengan loreng harimau lain yang kadang tebal, bercabang dan bahkan kadang tebal namun jumlah loreng sedikit.

Harimau jawa juga memiliki mandibula (rahang bawah) yang paling persegi, mana itu adalah karakteristik kucing besar purba. coba Anda bandingkan dengan kucing besar modern dan kucing-kucing purba macam Smilodon atau Homotherium.

sebagai info, nenek moyang harimau sedunia yaitu Panthera Zdanskyi mempunyai wajah 'kotak' yang mirip dengan wajah harimau jawa, perhatikan juga tengkoraknya. Panthera Zdanskyi atau yang lebih dikenal dengan Longdan Tiger (ingat, Longdan bukan Ngandong) adalah nenek moyang harimau yang hidup pada masa awal pleistocene di daratan China. ukurannya kecil yaitu sebesar harimau sumatera betina, sekitar kurang lebih 76 kg. keturunanya kemudian menyebar ke berbagai penjuru Asia sampai ke Indonesia.

dibawah ini adalah perbandingan kepala harimau jawa dengan Panthera zdanskyi
meski masih dalam hipotesa atau dugaan, sekarang mulai muncul dugaan bahwa harimau jawa sebagai keturunan langsung dari harimau raksasa Ngandong merupakan salah satu harimau paling primitif di dunia. seiring dengan berjalannya waktu, dan menghilangnya mangsa-mangsa raksasa maka harimau ini berevolusi menjadi lebih kecil dan berubah menjadi harimau Jawa modern yang sayangnya saat ini pun telah dianggap punah.

Meskipun saya dan beberapa orang lain terutama mas Didiek Raharjo masih percaya bahwa mereka masih belum sepenuhnya punah. semoga harimau Jawa segera kembali dari kepunahan karena mereka bersama dengan harimau Bali sebagai cabang atau variasi harimau Jawa adalah spesies harimau yang sangat unik.
Tamat-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Asal Usul Harimau Jawa


kondisi tersebut menjadikan paparan sunda sebagai padang savanah yang panjang dan luas. Bayangkan padang savanah afrika yang sangat luas namun kondisinya jauh lebih subur, itulah paparan sunda jaman dulu. selama periode ini, paparan sunda menerima invasi hewan Pleistosen baik dari India melalui Burma ( pertama) dan China (selanjutnya ). mengapa ? ya karena padang savana luas ini sangat sangat subur akibat aktivitas gunung berapi. 

Hewan2 herbivora datang merumput disini diikuti dengan pemangsa mereka seperti harimau dan macan tutul. Perlu diingat bahwa terdapat 34 gunung berapi aktif di Jawa saja, yang membuat pulau jawa menjadi pulau yang paling subur di dunia .Pada masa tengah masa pleistocene terdapat surga fauna disini karena tempat ini diisi dengan berbagai binatang dari serangga kecil sampai dengan herbivora raksasa . Kemudian akhirnya pada masa pleistocene akhir, hutan hujan tropis awal mulai muncul. seperti yang kita semua tahu era Pleistocene adalah era-nya mega fauna .

berikut adalah daftar binatang yang hidup di masa pleistocene java :
- Gajah raksasa , seperti Stegodon Trigonocephaus , Elephus Lysudrindicus , dan Elephus Maximus. Beberapa fosil memiliki bobot yang diperkirakan 12 ton dan tinggi 4 m menjadikan mereka salah satu mamalia darat terbesar yang pernah ada , menyaingi sepupu mereka sendiri yaitu gajah mammoth .
keluarga kudanil seperti Simplex Hippopotamus dan Hexaprotodon, Badak bercula satu purba, nenek moyang badak jawa, Kerbau raksasa, Bubalus Palaeokerabau, Banteng besar, Bibos Paleosondaicus, Berbagai rusa primitif seperti Cervus Hippelaphus, Babi hutan raksasa, Sus sp, Penyu raksasa, Geochelone Atlas, Gavials dan buaya dan harimau purba. beberapa jenis hewan yang lain seperti :
hyena, Komodo, beruang, Orangutan purba, Trenggiling raksasa, kukang Jawa dan banyak lainnya
tidak heran jika predator puncak ( dalam hal ini harimau ) pada periode ini mempunyai ukuran yang besar, sangat besar, bahkan mungkin yang terbesar yang pernah ada agar dapat memburu mangsa-mangsa raksasa mereka.

Sayangnya surga ini bisa berubah menjadi neraka hanya dalam hitungan jam. ini adalah tempat di mana aktivitas vulkanik dan geologinya sangat tinggi yang mana berarti banyak bencana yang sering terjadi dari waktu ke waktu. Gempa bumi, tsunami dan terutama letusan gunung yang dahsyat lebih dari mampu untuk menghancurkan seluruh ekosistem di savana yang luas ini. Faktanya adalah terdapat 153 gunung berapi aktif terletak di pulau-pulau Indonesia dan beberapa dari mereka mempunyai kemampuan yang sangat merusak.

Misalnya ledakan gunung Tambora  ( 1815 ) adalah ledakan gunung berapi terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah manusia yang bahkan lebih besar dari Ledakan Krakatau di Selat Sunda yang terkenal pada tahun 1883! Ledakan besar ini mengakibatkan musim dingin selama setahun penuh pada tahun 1816. tahun yang kemudian dikenal sebagai tahun tanpa musim panas. Mengingat lebih dari satu letusan gunung berapi terjadi setiap tahun di tempat ini, maka kemungkinan adanya letusan maha dahsyat purba yang mirip atau bahkan lebih besar dari Tambora kemungkinan sering terjadi. Sebagai contoh adalah gunung Bromo dan Semeru .

Pada masa lalu, gunung Bromo adalah gunung berapi super besar yang disebut gunung bromo purba yang mana gunung ini jauh lebih besar dan tinggi dari gunung semeru sebagai gunung tertinggi di pulau jawa saat ini. Pada saat itu letusannya begitu dahsyat sehingga menyebabkan sebagian tubuhnya terpotong berhamburan yang sekarang menjadi tempat yang dikenal sebagai lautan pasir bromo.

dan tentu saja yang terbesar dari semuanya, sekitar 70.000 tahun yang lalu, letusan supervolcano gunung toba (toba supervolcano) yang mana tidak hanya mengubah iklim global tetapi juga hampir menyapu bersih seluruh umat manusia, ya.. letusanya hampir membuat umat manusia punah! lihat penjelasanya pada uji genetik pada manusia modern dimana variasi genetik manusia mengerucut pada masa sekitar letusan gunung super toba terjadi. Semua peristiwa ini pasti mempengaruhi keberadaan flora dan fauna di seluruh dunia, apalagi fauna di paparan sunda sendiri .
Bersambung-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Asal Usul Harimau Jawa

Tahukah Anda bahwa salah satu kucing yang terbesar yang pernah berjalan dimuka bumi ini ternyata hidup di pulau jawa. Anda pasti pernah mendengar tentang singa amerika (Panthera Atrox) yang ukuran tubuhnya sangat besar, diperkirakan sekitar 300 kg. Nah ternyata keluarga harimau mampu menyainginya dengan ditemukannya fosil harimau Ngandong (Panthera Tigris Soloensis). Banyak yang berpendapat bahwa selain keluarga Smilodon (kucing bergigi pedang), urutan kucing besar keluarga Pantherine dari yang terbesar adalah :

1. Harimau Ngandong (Panthera Tigris Soloensis)
2. Singa Amerika (Panthera Atrox)
3. Singa gua eropa (Panthera Spelaea), seukuran dengan harimau Siberia, Bengal dan singa Afrika modern sekarang. sekarang agar kita tahu bagaimana proses sejarah kucing besar di indonesia, kita harus mengetahui sejarah terbentuknya kepulauan nusantara itu sendiri.


Pada awalnya indonesia hanyalah gugusan pulau-pulau kecil yang muncul ke permukaan air laut akibat aktivitas tektonik dan vulkanik. Satir, Trinil, Ngandong, KedungBrubus, Punung dan lain-lain adalah daerah-daerah yang terletak di tengah pulau jawa dimana tanah jawa awal mulai muncul ke permukaan sekitar akhir pliocene yaitu 2.4 juta tahun yang lalu.

inilah urutan masa biostratigraphic jawa beserta harimau yang menghuninya :
- Satir 2 - 1,5 Juta Tahun lalu
- Cisaat 1,2 - 1 Juta Tahun lalu (Panthera sp)
- Trinil 0.9 Juta Tahun lalu (Panthera Tigris trinilensis)
- Kedung Brubus 0,8 - 0,7 Juta Tahun lalu (Panthera Tigris oxygnatha)
- Ngandong 195.000 tahun lalu (Panthera Tigris Soloensis)

dari Pliocene akhir sampai awal Pleistocene sekitar 1,8 Juta Tahun lalu, rawa dan hutan bakau mendominasi dataran rendah pulau jawa yang baru lahir. Sementara bagian yang lebih tinggi yang dibentuk oleh aktivitas vulkanik sehingga menyebarkan abu vulkanik dan menghasilkan tanah yang sangat subur. Fosil yang ditemukan dari periode ini masih cenderung menunjukkan kondisi pulau atau kondisi isolasi seperti endemisme dan pygmism (baca:kerdil). Jadi pada masa ini hewan-hewan raksasa belum muncul malah sebaliknya banyak yang cenderung kerdil.

Pada akhir dari bagian awal pleistocene terjadilah fase zaman es yang menyebabkan permukaan laut turun drastis, Pulau jawa menyambung dengan sumatera, semenanjung malaya sampai kalimantan yang kemudian dikenal dengan paparan sunda.
Bersambung-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sunday, 8 July 2018

Balada Bonita Pemberontakan Kecil Dari Hutan Sumatra.

Bonita seekor harimau betina yang terusir dari rumahnya karena dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi manusia. Hmmm manusia memang pintar..Jujur benar sangat pintar hingga hewan yang secara psikis mengalami perubahan perilaku akibat tekanan hebat yang dialaminya malah berhasil ditetapkan sebagai penjahat dan harus disterilisasi didalam penangkaran.

Hutan Sumatra memang sudah dari dulu menjadi tempat tinggal Bonita dari jaman manusia masih beberapa ekor saja. Bonita dan nenek moyangnya adalah raja diraja penghuni rimba sumatra dari masa ke masa. Kedatangan bule bule penjajah dengan nafsu serakahnya untuk menguras seluruh hasil bumi Nusantara telah banyak merubah mindset masyarakat Indonesia terhadap nenek moyang Bonita.

Hal ini terbukti dari musnahnya saudara Bonita yang terdapat di Pulau Dewata dan Dipulau Jawa. mungkin dulu sebelum era digital seperti sekarang bonita bonita lain pernah hidup di tanah Jawa dan Bali.. Mereka mengalami perubahan perilaku dan menjadi sangat garang kepada manusia akibat ulah manusia itu sendiri. Manusia dengan segala kemampuannya menjadi penjajah yang sangat mengerikan bagi seluruh penghuni rimba. Kebutuhan ekonomi untuk memenuhi ambisi manusia membuat alam porak poranda dibawah kemajuan teknolgi dan kebutuhan akan bahan baku mentah dari  Nusantara.


Selain membuat perang dan menimbulkan kekacauan dimana mana. Manusia manusia serakah ini terus menerus menginvasi hutan dengan berbagai cara. Hewan hewan penghuni rimba tak luput menjadi incaran sebagai bahan komoditi. Harimau kaspia, Harimau Jawa dan Bali yang telah punah serta beberapa spesies harimau yang masih tersisa tetap dicap sebagai hama dan ancaman bagai kelangsungan hidup manusia. Akh ironis sekali.

Masih terngiang bagaimana Champawat Tiger seekor harimau betina yang mengalami perubahan perilaku akibat luka tembakan di rahangnya. Luka ini membuat dia menjadi sulit untuk berburu mangsa dan menimbulkan dendam secara psikis didalam jiwanya terhadap manusia. Champawat tidak lagi berburu rusa tetapi menjelma menjadi momok yang sangat menakutkan bagi para penduduk lokal. Tak kurang dari 300 orang korban Champawat Tiger selama ia malang melintang menyebar teror dan maut dari Nepal hingga India.

Masih kurang jelaskah??? Bagaimana dengan Kisah Panar Leopard Atau Macan Tutul dari Rudraprayag..Semua teror terjadi akibat sang harimau terluka atau selamat dari upaya upaya pembunuhan yang dilakukan oleh segelintir manusia. Bonita hanyalah representasi kecil dari berbagai kejadian maut yang terjadi akibat konflik manusia dengan harimau yang pernah terjadi ditanah air maupun di dunia.

Bonita yang terusir dari rumahnya adalah harimau yang mengalami perubahan perilaku akibat tekanan hebat yang dialaminya. Ruang jelajah yang berkurang, Mangsa yang habis dibabat manusia serta hilangnya habitat akibat invasi pemukiman dan bisnis manusia semakin jauh memasuki lahan kekuasaannya. Bonita juga pernah terluka parah akibat jerat pemburu tetapi kemudian berhasil survive. Apa bedanya dengan Champawat yang juga berhasil selamat dari terjangan peluru manusia...
Bersambung-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sekilas Tentang Harimau Jawa ( Bag 2 Tamat )

BARU BARU ini Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) menemukan indikasi masih hidupnya harimau Jawa yang dinyatakan punah puluhan tahun lalu. Sebelum kepunahan harimau jawa wilayah daratan Ujung Kulon memang menjadi salah satu habitat hewan dengan nama latin Panthera tigris sondaica ini.

Pada pertengahan 1970, salah satu subspesies harimau di Indonesia ini dinyatakan mengalami kepunahan (extinct) oleh lembaga International Union of Conservation for Nature (IUCN). Mundur lagi ke 30 tahun sebelumnya, sepupu dekat harimau jawa, yakni harimau bali, juga telah dinyatakan punah. Hingga saat ini ada tiga subspesies harimau di dunia yang dinyatakan punah oleh IUCN, yaitu harimau kaspia, harimau bali, dan harimau jawa.

Sebelum kejadian baru baru ini di TNUK pada awal 1990-an, TN Meru Betiri yang didukung oleh WWF Indonesia pernah berinisiatif untuk memasang kamera jebak (camera trap) untuk memastikan eksistensi  Harimau Jawa yang masih tersisa. Kamera Jebak pun di pasang di 19 titik yang diduga menjadi daerah perlintasan harimau Jawa.

Pemantauan ekslusif dilakukan selama kurang lebih setahun penuh mulai dari Maret 1993 hingga Maret 1994. Selaian mengharapkan hasil jepretan kamera Survei juga dilakukan terhadap jejak dan kotoran (faeces) yang ditinggalkan Harimau Jawa. Namun sayangnya hasil pemantauan selama setahun penuh tersebut belum menghasilkan sesuatu yng signifikan, Tak satu pun foto dan jejak Harimau Jawa berhasil ditemukan.


Situasi semakin sulit setelah IUCN (1996 melangsir hasil survei yang menyatakan kepunahan Harimau Jawa,  IUCN secara resmi menyatakan bahwa Harimau Jawa telah punah dari muka bumi untuk selamanya. Namun Eksistensi harimau jawa beserta banyak hal pendukung diluar fakta serta cerita cerita non verbal yang sengaja dibuat oleh pihak pihak terkait tetap banyak menimbulkan kesangsian yang besar diantara para pecinta harimau.

Kesangsian akan status punah harimau jawa telah lama dikemukakan banyak pihak. Sejumlah laporan dan bukti menyatakan karnivora terbesar di Pulau Jawa ini masih ada. Jejaknya ditemukan di kawasan Taman Nasional (TN) Meru Betiri di Banyuwangi pada 1974, dan hasil penelitian saat itu menduga masih ada sekitar 3-4 ekor harimau jawa.

Seorang jagawana di TN Meru Betiri pada 1993 melaporkan melihat seekor harimau loreng melintas di Pantai Sukamade, pada 1997 dan 2006. Di Sukamade juga ditemukan jejak yang diduga harimau jawa. Selain itu, masyarakat di sekitar hutan TN Meru Betiri masih sering menginformasikan perjumpaan dengan macan loreng, bukan macan tutul.

Bahkan baru baru ini setelah beredar foto viral tentang eksisitensi sang raja di TNUK Pihak taman nasional akan menyiapkan Tim ekspedi.  Untuk mensukseskan misi besar ini pihak Balai Taman Nasional Ujung Kulon akan bekerja sama dengan WWF Indonesia sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian yang nyata terhadap isu-isu keberadaan harimau..
Well semoga sukses dan moga moga sang raja benar benar masih ada..BRAVO HARIMAU JAWA..
Tamat-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sekilas Tentang Harimau Jawa.

Pembukaan lahan pertanian akibat pertambahan penduduk yang pesat menyebabkan ruang hidup Harimau Jawa semakin terdesak. Akibatnya timbul konflik antara penduduk lokal dengan Harimau. Sejak saat itu nasib Harimau Jawa kian tak pasti dan hingga kini masih menjadi misteri.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) dalam situs resminya mengumumkan Harimau Jawa terakhir yang tercatat berada di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur pada 1976. Kepunahannya karena diburu dan hilangnya habitat dan mangsanya. Namun, bagi sebagian orang, masih ada yang meyakini Harimau Jawa tetap berkeliaran di hutan-hutan di Jawa meski dalam jumlah terbatas.

' R. Wessing dalam tulisan lainnya berjudul “The Last Tiger in East Java: Symbolic Continuity in Ecological Change” menggambarkan Harimau Jawa merupakan hewan buas yang umum hidup di Jawa. Pada 1822, antara wilayah Panarukan dan Banyuwangi jadi kawasan yang berbahaya bagi ternak milik penduduk. Gesekan harimau dan manusia juga tak terlepas dari perubahan peta ekonomi di Jawa, pada pertengahan abad ke-19. Pembukaan lahan hutan di Jawa untuk perkebunan menghasilkan migrasi banyak manusia. Habitat harimau pun makin terusik, sehingga harimau menyerang desa-desa. Harimau jadi pemangsa bagi ternak juga manusia, rata-rata membunuh 2.500 orang per tahun.


Pada 1822, pemerintah kolonial mulai mempekerjakan para pemburu harimau, yang berdampak pada populasi Harimau Jawa. Hingga awal 1940-an jumlah Harimau Jawa diperkirakan tinggal 200-300 ekor. Setelah era perang dunia kedua, keberadaan Harimau Jawa makin kritis. Meski demikian pada 1960, seekor Harimau Jawa sempat ditembak mati di Banyuwangi, Jawa Timur. Namun setelah itu, keberadaan Harimau Jawa cepat menghilang dari hutan-hutan di Jawa.

Sebagian ahli satwa liar meyakini Taman Nasional Meru Betiri di Jawa Timur sebagai habitat terakhir bagi Harimau Jawa. Setidaknya hingga tahun 1980-an, 3 ekor Harimau Jawa diperkirakan masih hidup di sana. Ukuran tubuh rata-rata Harimau Jawa lebih besar dari Harimau Sumatera dan Harimau Bali. Bahkan sedikit lebih besar dari Harimau Malaya dengan panjang rata-rata 200-245 cm. Berat jantan berkisar antara 100-140 kg dan betina berkisar antara 75-115 kg.

Dibandingkan dengan subspesies lainnya, bentuk tubuh Harimau Jawa termasuk yang paling unik dan sexy.  Kepala harimau Jawa terlihat kecil untuk ukuran badannya yang agak besar, panjang dan ramping. Bentuk kepala juga lebih pipih dengan hidung yang sempit dan panjang.
Warna kepala kuning kemerahan gelap dengan sedikit surai yang tumbuh di dagu atau leher. Pipi di dominasi warna putih dengan 2 garis loreng berwarna kontras yang tebal. 

Leher Harimau Jawa terlihat lebih jenjang. Kaki agak panjang dengan ukuran telapak kaki yang sangat besar. Pola belang Harimau Jawa juga unik dibandingkan subspesies lainnya. Harimau Jawa memiliki jumlah belang yang paling banyak (dapat mencapai total lebih dari 100 garis belang per ekor). Bentuk belangnya juga sangat tipis dan panjang dengan jarak yang rapat terutama di bagian paha dan sekitarnya.

Anehnya lagi, belang Harimau Jawa hanya terkonsentrasi di bagian belakang tubuh. Saat mencapai bagian perut, garis belang tampak menghilang secara tiba-tiba. Setengah bagian perut hingga bagian depan pun terlihat lebih polos  dengan jumlah garis belang yang minim.
Bersambung-----------------------------------------------------------------------------------------------------------


Rampokan Macan

Pada sekitar 1850, Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) masih banyak ditemukan di seluruh pelosok Pulau Jawa. Bagi penduduk lokal yang tinggal di daerah pinggiran pedesaan dan pemerintah kolonial Hindia Belanda saat itu, Harimau Jawa dianggap sebagai hama karena seringkali mencuri dan memangsa hewan ternak  seperti kambing dan domba.

Selain itu harimau juga termasuk hewan utama yang digunakan dalam budaya Gladiator Jawa yang kerap kita kenal sebagai Rampokan Sima. Budaya ini merupakan salah satu sisi kelam dari kepunahan Harimau Jawa atau Macan Ditanah Jawa ini. Macan macan yang sengaja diburu kemudian dikumpulkan didalam sebuah arena terbuka lalu dibantai beramai ramai dalam sebuah pertunjukan. 

Perburuan untuk keperluan acara ini sangat masif dilakukan. Berbagai bukti outentik yang ditinggalkan semasa era kolonial sering kali kita jumpai foto foto tua yang menggambarkan kaum pribumi sedang memanggul tubuh loreng yang sudah terkulai mati di ujung senapan para meneer meneer Belanda.

Budaya Rampokan Matjan diperkirakan telah ada sejak abad ke 13 dulu. namun tidak semua ahli setuju karena ada beberapa pendapat yang menyatakan budaya itu baru muncul setelah abad 17 dimasa pecahnya kerajaan mataram. Salah satu tokoh Indonesia yang cukup kompeten dibidangnya mengabadikan kisah kelam harimau Jawa dalam sebuah buku yanag kita kenal dengan judul Bakda Mawi rampog.

Dalam buku ini R Kartawibawa banyak mengabadikan kisah soal Rampogan Macan ini. Buku yang cukup kuat sebagai salah satu referensi input terhadap kepunahan harimau jawa ini diterbitkan Balai Pustaka (Bale-Poestaka) pada tahun 1923 kemudian dipindai oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Djoko Luknanto, dan kemudian diunggah di situs resmi staff  UGM.

Buku ini berbahasa Jawa, sang penulis menggunakan istilah 'sima' untuk merujuk kepada kucing besar yang kadang disebut sima oleh sebagian besar masyarakat jawa, walaupun begitu karena banyaknya penyebutan untuk sang raja maka tulisan didalam buku  terkadang juga menggunakan istilah 'macan loreng'. Sang menceritkan bahwa si loreng ini pengusa hutan hutan jawa ini masih cukup sering dijumpai karena terkadang Harimau Jawa terpaksa masuk kampung untuk memangsa ternak warga hingga akhirnya diburu kembali beramai ramai oleh warga desa. Bahkan menurut beberapa sumber valid penguasa Belanda pada saat itu memberi imbalan bagi siapa saja yang bisa membunuh si loreng. Satu ekor harimau dihargai 10 hingga 50 Gulden. Dalam kondisi seperti itu, acara rampogan macan dianggap menjadi hal yang sangat biasa.

Dari tadi membahas si loreng dan rampokan macan..Hmmm jujur sebenarnya apa sih budaya Rampogan Macan itu? Menurut beberapa sumber yang valid salah satunya dari buku karya R. Kartawibawa Rampogan Macan atau Sima adalah sebuah acara maut bagi para harimau. Harimau yang telah ditangkap sebelumnya dimasukan kedalam kandang kemudian dilepaskan dilapangan terbuka yang telah dipenuhi oleh ratusan bahkan ribua prajurit keraton yang memegang tombak.

Harimau harimau yang kebingungan dan ketakutan ini akan berlarian menyongsong ribuan tombak yang telah menantinya dipinggir lapangan. Biasanya sang harimau yang telah terluka akan semakin panik dan kalap hingga akan menyerang membabi buta kemudian mati diujung tombak para prajurit.
Para prajurit walaupun sebagian dari mereka benar benar merasa takut karena wibawa sang macan akan berteriak gegap gempita setelah sang raja tewas diujung tombaknya.

Hmm ironis memang Sang Raja yang tergusur dari rumahnyapun harus mati diujung tombak para predator yang hidup dibawah kendali penjajahan. 


Tuesday, 6 March 2018

Harimau Putih (Panthera Tigris Tigris)

Harimau Putih atau Bengal Tiger memiliki nama latin (Panthera Tigris Tigris). Meskipun warna bulunya adalah putih, bukan berarti harimau putih adalah binatang albino. Warna putih yang dimiliki oleh harimau ini disebabkan oleh gen resesif yang menghasilkan warna pucat. Harimau Putih memiliki hidung yang berwarna pink, pusat kakinya juga berwarna pink, bermata biru es, dan berbulu putih atau putih kuning berbelang hitam, cokelat atau kelabu.

Harimau putih tercatat sebagai subspesies Harimau Benggala dan Harimau Siberia (Panthera Tigris Altaica) mungkin juga tergolong ke dalam subspesies lainnya. Kini ada ratusan harimau putih dalam penangkaran di seluruh dunia, sekitar seratus dari India dan angkanya semakin bertambah. Populasi harimau putih modern mencakup subspesies Harimau Benggala sejati dan campuran Harimau Benggala dan Harimau Siberia tetapi tidak dipastikan apakah gen resesif pemutih ini berasal dari harimau benggala saja atau semua nenek moyangnya berasal dari harimau siberia.

Harimau putih berkembang biak dengan cara melahirkan. Akan terlahir harimau putih jika kedua induknya merupakan harimau putih. Karena gen harimau putih akan kalah jika dikawinkan dengan gen yang lain. Masa kehamilan harimau putih selama 3,5 bulan dan akan melahirkan 2 hingga 5 ekor bayi dengan berat masing-masing 1kg

Harimau merupakan jenis binatang soliter yang suka menyendiri. Namun kebanyakan dari mereka akan berpasangan ketika berburu. Waktu berburu mereka biasanya adalah waktu sore menjelang malam hari. Mangsa Harimau di alam liar antara lain mamalia-mamalia sedang seperti rusa, babi hutan hingga hewan kecil seperti reptil, burung dan monyet.

Habitat asli harimau putih yaitu di hutan liar yang berada di wilayah India dan sekitarnya. Harimau putih telah mengalami penurunan yang signifikan dalam 100 tahun terakhir. Dulu, harimau putih dapat di temukan di hutan-hutan liar wilayah India, Buthan, Nepal, Afghanistan, Pakistan dan Bangladesh serta negara-negara di sekitarnya.

Saat ini diperkirakan ada ratusan ekor harimau putih dalam penangkaran di seluruh dunia, dimana di India saja sudah ada sekitar 100 ekor. Kabar baiknya, populasi harimau putih kian bertambah setiap tahunnya. Populasi harimau putih modern mencakup subspesies Benggala sejati dan campuran Benggala-Siberia. Namun tidak diketahui pasti apakah gen resesif pemutih ini berasal dari harimau Benggala saja atau semua nenek moyang harimau Siberia.

Harimau Putih atau Panthera Tigris Tigris merupakan subspesies harimau yang mudah ditemukan di hutan-hutan wilayah India. Namun saat ini, harimau putih sudah sangat langka. Bahkan 50 tahun terakhir belum ada lagi yang melihatnya secara langsung di hutan liar. Berikut ini beberapa fakta mengenai harimau putih, di antaranya.

Terjadinya penurunan yang signifikan ini membuat harimau putih semakin sulit ditemukan. Bahkan di habitat aslinya yaitu hutan liar di India, Bhutan, Nepal dan Bangladesh sudah jarang ditemuai. Namun jika dibandingkan dengan harimau lainnya, harimau putih terbilang masih banyak. Walaupun sangat kecil kemungkinannya induk harimau putih mau kawin di habitat aslinya.

Wilayah kekuasaan harimau putih mencapai 75 mil persegi. Wilayah kekuasaannya tersebut ditandai dengan urine dan juga tanda cakar di pohon. Tidak ada yang saling mengganggu daerah kekuasaan. Namun ketika musim kawin, daerah kekuasaan ini akan saling tumpang tindih dengan harimau-harimau lainnya saat mencari harimau betina.

Harimau putih termasuk spesies hewan yang terancam punah (termasuk harimau bengal) menurut daftar IUCN. Diperkirakan hanya ada sekitar 80.000 ekor harimau dari berbagai subspesies yang masih dapat di temukan di hutan-hutan dan juga rawa-rawa. Dan yang membuat kita miris, 50 tahun terakhir ini belum ada lagi yang melihat harimau putih di alam liar.

Cara berburu mereka sama seperti harimau lainnya, yaitu menyerang dari arah belakang mangsa. Biasanya ia akan menerkam bagian leher agar memudahkan
Meski jarang terjadi, namun Harimau Benggala juga dilaporkan menyerang hewan lain yang lebih besar seperti gajah.  Sayangnya ancaman kepunahan hewan nan eksotik ini terus meningkat. Terlebih karena air laut di wilayah Sundarbans yang semakin meningkat akibat pemanasan global membuat permukaan daratan di sana banyak digenangi air laut.

Ancaman lain datang dari manusia yang terus menggerus wilayah 'kekuasaan' sang raja rimba. Selain habitatnya yang semakin sempit, para pemburu harimau juga jadi ancaman serius bagi keberlangsungan harimau Benggala. Para pemburu liar sering kali ditangkap setelah menguliti harimau-harimau ini sehingga tidak bisa lagi diselamatkan apalagi dikembalikan ke alam.

Thursday, 1 March 2018

Tiger Attack ( When The Tiger Strikes Back )

Pada akhir tahun 1997 dirilis dari situs berita terkait dikabarkan bahwa seekor harimau Amur yang terluka menyerang dan membunuh dua orang manusia lalu memangsanya hidup hidup. Serangan maut yang melibatkan seekor harimau dan dua korban manusia tersebut terjadi di sekitar lembah Sungai Bikin. Satuan tugas anti-perburuan Inspeksi Tiger segera bertinda cepat dan menyelidiki penyebab serangan mematikan tersebut. Tanpa menunggu waktu yang lama petugas gabungan segera melakukan pelacakan dan mengeleminasi  harimau tersebut.

Serangan harimau amur yang terluka akibat jebakan atau ulah manusia terjadi lagi pada bulan Januari tahun 2002. kali ini seorang pria diserang oleh seekor harimau Siberia ketika ia sedang melintasi sebuah jalan di pegunungan terpencil dekat kota Hunchun Provinsi Jilin, China yang secara geografis letaknya berdekatan dengan perbatasan Rusia dan Korea Utara. akibat serangan tersebut pria itu mengelaami cendra yang cukup serius namaun karena penanganan medis yang cepat dan tepat nyawa pria tersebut dapat diselamatkan.

Namun kejadian ini memiliki beberapa kejanggalan yang cukup spesifik dikarenkan secara histories harimau Siberia jarang sekali menyerang dan memangsa manusia. karena banyaknya kejanggalan dari pengakuan si korban akhirnya pihak berwenang setempat melakukan investigasi khusus atas penyerangan tersebut, dan hasilnya adalah  bahwa pria tersebut adalah seorang pemburu liar yang dengan sengaja memancing kemarahan sang harimau dengan menjebaknya tetapi gagal dan sebaliknya dia malah mendapatkan serangan balik yang cukup brutal dari sang harimau.

Akibat ulah pemburu tersebut sang harimau tersebut masih nampak berkeliaran disekitar lokasi kejadian hingga pagi hari. Penampakan sang raja langsung menggegerkan warga sekitar dan segera melaporkannya kepada petugas berwenang setempat. Selain itu para penduduk juga saling berbagai informasi agar hati hati dan tidak mendekati areal tersebut. kejadian ini cukup mengkhawatirkan tetapi tidak dengan beberapa awak media lokal yang secara kebetulan berada di lokasi ini. 

Para crew media mencoba untuk mencari keberadaan harimau lebih dekat lagi, mereka mengikuti petunjuk melalui jejak dan darah yang ditinggalkan harimau di atas salju di sekitar lokasi serangan terjadi. karena penasaran mereka terus mengikuti jejak jejak berdarah tersebut hingga jarak lebih kurang 2.5 km, mereka berharap bisa melihat sekaligus merekam moment langka tersebut. Usaha mereka nampaknya tak sia-sia, setelah sekian lama mengikuti jejaknya tiba-tiba sang harimau melesat perlahan di depan mata mereka. Saat mencoba mendekat agar mendapatkan angel kamera yang lebih baik, tiba-tiba hewan tersebut berbalik arah dan dengan cepat  menuju kearah mereka. Situasi yang tadinya tenang kini berubah menjadi sebuah kepanikan yang cukup mengerikan tetapi syukurnya mereka dapat selamat dari kejaran sang raja yang sedang terluka. 

Mereka memang selamat tetapi tidak dengan seorang wanita muda yang kebetulan melintasi areal tersebut. Wanita malang tersebut tewas ditempat setelah mendapatkan beberapa cakaran dan gigitan maut yang menghujam tubuhnya berkali kali. Untuk mengantisipasi keadaan petugas mengevakusasi jenazah wanita tersebut dengan bantuan buldozer. Tak seberapa jauh dari mayat tersebut nampak sang harimau terbaring sekarat. Dilehernya terdapat luka jeratan yang cukup parah hingga membuatnya mengamuk membabi buta dan membunuh siapa saja yang ditemuinya. Malang bagi sang harimau dan juga wanita muda tersebut tetapi tidak bagi pemburu yang melukainya dia kelak akan menerima ganjaran yang tidak setimpal untuk perbuatannya yaitu dengan membayar penuh denda atas perilakunya kepada spesies yang terancam punah ditambah dua tahun hukuman di penjara. Setelah dibebaskan dari penjara, dia bekerja membersihkan hutan jerat tua, sebagai sarana penebus dosa dosanya kepada harimau dan wanita muda yang terbunuh akibat ulahnya menyakiti harimau.

Monday, 26 February 2018

The Champawat Terror ( Harimau Pembunuh Manusia yang Fenomenal )

Harimau Champawat merupakan harimau legendaris yang menggemparkan Nepal dan India pada awal abad 20. Champawat diklaim bertanggung jawab atas kematian sekitar 436 orang warga Nepal dan India. Nama Champawat sendiri adalah nama daerah dimana Harimau Liar tersebut tewas oleh salah seorang pemburu terkenal asal Inggris yang namanya kelak akan menjadi salah satu nama dari fam harimau yang terancam punah dimuka bumi.

Pertanyaan mengapa harimau Indochina memiliki nama latin Panthera Tigris Corbetti mulai terjawab sudah. Jim Corbet seorang pemburu handal asal Britania Raya ini ternyata adalah seorang pemburu dengan jasa yang cukup besar dalam menuntaskan kelihaian seekor harimau liar yang menderita cacat akibat tembakan yang nyaris membunuhnya dan kemudian akhirnya memutuskan untuk menjadi pemburu manusia yang handal dan sangat fenomenal.

Tentu bukan tanpa alasan..Kebrutalannya Champawat telah masuk sebagai salah satu peristiwa fenomenal yang mengguncang dunia hingga akhirnya harimau tersebut masuk dalam Guinness Book of World Records.. Wow segitu hebatnya..Bagaimana tidak harimau betina yang cacat ini telah mampu menjadi momok menakutkan yang membuat bulu kuduk meremang jika mendengar kisahnya.  Sebelum terbunuh, harimau Champawat tercata telah melakukan teror dan pembunuhan berantai dalam rentang waktu antara tahun 1902 hingga tahun 1907.

Kisah horor Champawat berawal dari serangan brutal pertamanya didekat Himalaya Nepal. Tidak tanggung-tanggung harimau Champawat menyerang 12 orang warga yang sedang berjalan menuju ke hutan. Akibat serangan ini beberapa orang penduduk mengalami luka luka dan tewas di tempat kejadian. Aksinya pada saat itu digambarkan sebagai setan yang haus darah dan mengamuk membabi buta dalam dendamnya kepada manusia.

Akibat aksi kebrutalannya ini maka sejumlah kelompok pemburu professional dikirim untuk membunuh Champawat. Berbagai cara dilakukan oleh para pemburu untuk dapat melumpuhkan Champawat, namun bagai siluman, harimau misterius itu selalu mampu lolos dari kejaran para pemburunya. Karena selalu lolos dari kejaran para pemburu harimau misterius ini mulai mendapat bumbu cerita mistis yang semakin meresahkan warga Nepal. Pemerintah Nepal akhirnya mengerahkan tentara nasional untuk memburu Champawat.

Walaupun kini dia telah menjadi buronan nasional pemerintah Nepal namun usaha-usaha untuk menangkap dan membunuh Champawat selalu gagal. Harimau liar ini begitu cerdik dan lincah dalam menghindari kejaran dan sergapan manusia-manusia yang sangat bernafsu untuk membunuhnya. Tentara Nepal beserta para pemburu hadiah selalu gagal untuk menangkapnya tetapi diyakini mereka mampu memaksa sang iblis untuk meninggalkan wilayah Nepal dan menyeberang ke wilayah India. Teror tidak berhenti sampai di sini.!!!

Bagai assassin yang menjelma menjadi sebuah teror, harimau Champawat kembali beraksi. Daerah Champawat India adalah target operasinya kini. Terror yang dihadirkan oleh Champawat kali ini terhitung tambah nekat karena tidak hanya disekitar hutan atau pada malam hari tetapi mulai merambah memasuki desa dan kadang melakukan pembunuhan secara terang terangan pada siang bolong. Momok Champawat membuat kehidupan di daerah Champawat lumpuh total. Banyak warga yang ketakutan beraktifitas diluar rumah karena takut menjadi korban berikutnya. Suasana semakin mencekam apabila mereka sudah mendengar auman harimau dari dalam hutan.

Setelah sekian lama malang melintang melakukan berbagai pembunuhan brutal, akhirnya teror  dan keganasan Champawat sampai juga ketelinga seorang pemburu elegan asal Inggris Raya. Pada tahun 1907 Jim Corbett yang telah mendengar berita tentang kesaktian harimau Champawat menjadi penasaran dan akhirnya mengunjungi daerah itu. Pucuk dicinta ulampun tiba, belum lama ia berdiam didaerah Champawat terdengar kabar bahwa Sang Pemangsa sedang beraksi dengan menyerang seorang gadis India berusia 16 tahun.  Champawat yang mengalami sukses besar dalam melakukan aksinya kemudian melarikan diri kedalam hutan.  Namun kali ini sang pemangsa meninggalkan jejak yang cukup jelas untuk sang penakluk terkenal.  Ceceran darah dan potongan beberapa anggota tubuh korbannnya telah membuat jejak kematiannya semakin dekat. Jim Corbet seorang spesialis pemburu dan sangat professional dibidangnya tentu tidak menyia nyiakan tanda atau jejak yang ditinggalkan oleh harimau betina tersebut.

Jejak inilah yang kelak akan mengantar Sang Pemangsa menuju kematian dan membuat nama Corbett kelak diabadikan sebagai salah satu nama dari beberapa sub spesies harimau yang terancam punah. Setelah mampu mengikuti dan mengetahui keberadaan sang pembunuh, Corbett terus mengawasinya dan kemudian mengeksekusinya pada keesokan harinya. Sang pemangsa akhirnya tewas setelah sebutir peluru tepat bersarang di kepalanya. Jim Corbett telah berhasil menghentikan rangkaian teror pembunuhan berantai pada pagi hari.  Kejadian tersebut menjadi salah satu peristiwa yang paling dramatis diawal abad 20 dan disaksikan langsung oleh sekitar 300 orang penduduk lokal yang kemudian menggangkat Jim Corbett sebagai pahlawan dan sebagian lagi menganggapnya sebagai orang suci utusan para dewa.

Dari hasil otopsi, diketahui harimau Champawat mengalami luka parah pada gigi taring atas di mulut kanannya. Bahkan luka tersebut hingga mengenai tulang. Inilah sebabnya, Champawat tidak bisa berburu mangsa alamiahnya. Tempat eksekusi harimau Champawat sendiri terjadi di desa Champawat di dekat Jembatan Chataar menuju Lohaghat. Di sana ada penanda semen tempat harimau betina liar itu menghembuskan nafas terakhir.

sumber: wikipedia