Showing posts with label Suara Rimba. Show all posts
Showing posts with label Suara Rimba. Show all posts

Saturday, 9 February 2019

Andai Aku Seekor Harimau


Manusia adalah khalifah. Mahluk yang dikaruniakan berbagai kelebihan oleh Tuhan Sang Penguasa alam. Manusia yang secara fisik tidak sekuat kami tetapi memiliki senjata yang lebih tajam dan hebat dari cakar dan taring kami, mereka memiliki akal hingga mampu membuat dan memperdayakan kami dengan kemampuan luar biasanya itu.


Dilihat dari sudut manapun manusia memang istimewa, mulai dari proses penciptaan yang langsung ditangan sang pencipta hingga cerita dan tugas tugasnya ketika dipaksa turun ke muka bumi. Manusia dengan segala kelebihan yang diberikan oleh sang pencipta memang bukanlah tandingan kami. Kekuatan dan kegarangan kami tidak pernah sanggup mengalahkan takdir penciptaan mereka.

Sebagai mahluk ciptaan Tuhan kami sebenarnya ingin seperti mereka, tetapi kami sadar kami tidaklah diciptakan dengan beban berat seperti mereka. Mereka hidup, mati lalu dihidupkan kembali untuk bertanggung jawab terhadap perbuatan mereka selama dimuka bumi, sedang kami akan pupus begitu meninggalkan semua kefanaan ini.

Alangkah gembiranya, alangkah senangnya menjadi manusia. Mereka bisa berbuat sesuka hatinya terhadap isi bumi, mulai dari menebang pohon, menggali hasil tambang, bertani, bercocok tanam dan berburu hewan hewan untuk dijadikan mangsa mereka. Akh.. Andai saja kami para harimau juga bisa seperti manusia.

Sekiranya dengan kekuatan kami maka hutan hutan akan tetap lestari karena sejatinya rumah kami adalah rimba raya. Mungkin manusia tidak akan kami buru dan kami bantai seperti mereka selalu membantai bangsa kami tetapi kami akan pergunakan mereka untuk menjaga dan merawat isi bumi serta menggunakannya dengan bijaksana.

Akh… Andai saja mereka menjadi kami. Mungkin mereka akan mengerti betapa nestapanya kami, diburu dan dibunuh dimana mana. Banyak sudah bangsaku yang sudah menghilang dari muka bumi. Mereka musnah hanya demi kesenangan dan kekuatan yang diperjual belikan dalam sekotak obat atau didalam gemerlap pakaian mewah .

Andai saja mereka ada diposisi kami.. Mungkin mereka juga akan berenang didalam genangan air mata dan darah yang tak usai kami tumpahkan dihadapan hidung mereka. Hmm aumanku semakin parau saja, aku gemas melihat ketidak adilan ini. Dunia begitu luas dan tak terbatas tetapi gerak kami sangat terbatas karena populasi manusia yang membatasi ruang gerak kami. Ukkhh.. Andai saja kami seorang manusia…………………………………………………………………………….Bersambung

Wednesday, 6 February 2019

Sepucuk Surat Dari Rimba Sumatra

“Ayah ini foto ayah bersama Paman Harimau Jawa dan Paman Harimau Bali yah. ?? hmmm untaian suara mungil yang sangat lembut menghampiri tatapanku.. Iya macci jawabku penuh kasih sayang.


Foto tua usang yang lama kusimpan dalam sudut ingatanku kembali hadir dimataku.. Mengalir bayangan dimana ke dua saudaraku itu masih ada.  Kami masih sangat muda ketika itu, penuh semangat dan gairah berkunjung ke tempat masing masing.

Tiada letih kami rasakan tiada takut kami bayangkan. Belantara Jawa Bali dan Sumatra masih sangat lebat dan hijau saat itu, sama sekali belum tersentuh oleh tangan tangan manusia durjana.. Aku teringat bagaimana rusa, menjangan dan hewan lain yang merupakan makanan kami masih sangat melimpah ruah tak terhitung banyaknya.

Ingatanku terus mengalir deras bagaikan sungai yang menghujam isi hatiku. Terngiang jelas di telingaku bagaimana sepupuku Harimau Jawa memelukku erat dan berkata " nanti kalo kamu menikah dan punya anak kabari aku yah.. aku pasti datang... hehehe dia tertawa simpul penuh makna di hadapanku..

Sore itu ia begitu konyol dan tidak seperti biasanya.. “Sepupuku Harimau Jawa esok engkau kembali ke Tanah Jawa hati dijalan dan aku pasti akan kabarkan berita bahagia itu.” Dia malah terdiam dan memalingkan wajah penuh makna... Menatapku sejenak dan tersenyum simpul kembali..

Tanpa sadar air mata menitik membasahi kedua mataku, aku terpaku pada foto usang itu. Gemetar..!! bathinku berbisik Sepupuku Harimau Jawa, kini kedua anakku telah besar mereka sering bertanya mengenai kalian. Yaa tuhan kenapa tidak kau biarkan mereka tetap hidup hingga kini.. 

Sepucuk Surat Dari Rimba Sumatra

Malam ini sama seperti jutaan malam yang telah berlalu di belantara hijau sumatra..Macca dan Macci nampak tertidur pulas di pelukan tigris istriku, nampak wajah wajah polos yang begitu hangat di mataku.. 


Malam ini mereka tertidur pulas dan mungkin sedang bermimpi tentang hari esok yang indah di belantara ini.. Macca dan macci entah mereka sedang bermimpi apa hanya sesekali terdengar igauan yang tak jelas dari racauan mereka. 

Istriku tigris mungkin sedang bermimpi tentang rusa gemuk yang mudah kami dapatkan hingga macca dan macci tak perlu menungguku pulang membawa hewan buruan yang kini sudah tak menentu aku dapatkan..

Jangan kan hewan buruan, sekarang kamipun merupakan target buruan dari para penjahat penjahat yang berkeliaran di habitat kami. Apa salah kami wahai tuan Pemburu dan tuan Penebang kayu, ini rumah kami tempat kami dilahrikan dan dibesarkan oleh orang tua kami, apakah kalian tidak puas dengan menghabisi dua saudaraku di Jawa dan di Bali.


Apakah kalian sangat rakus dan tanpa perasaan sama sekali, seenaknya datang tebang bunuh dan musnahkan..sungguh tak pantas sekali kalian ada di muka bumi ini, hati kalian penuh dengan nafsu untuk menguasai belantara ini dan membunuh bangsa kami yang kalian anggap sebagi penjahat nomor satu di rimba ini, apa tidak terbalik wahai tuan tuan ??

Sekali lagi.... Apa salah kami wahai tuan Pemburu dan Tuan penebang kayu ???..Apa kalian tidak lihat anak istriku yang tertidur pulas di belantara ini, coba lihat dan perhatikan wajah mereka, lihatlah wajah wajah yang sedang terlelap tanpa beban itu..lihatlah betapa bahagia aku dan mereka hidup disini..kenapa..?? kenapa kalian usik aku dan keluargaku!!!

Friday, 21 September 2018

Senandung Lirih Rimba Sumatra

Sajak kematian yang pernah terucap sangat indah bagaikan angin yang datang setelah hujan membawa kesejukan. Anakku Maca berkembang kuning belang hitam dan mulai membelah tingginya puncak-puncak gunung dengan tawa dan candanya yang ceria.

Ia tak mengerti apa-apa, ia masih ingin bermain dan bermain dalam lebatnya belantara Sumatra, terkadang aku tersentak manakala ia bertanya tentang raungan suara gemuruh di pinggir rimba yang menumbangkan ribuan kubik kayu setiap harinya.

Ia bertanya tetapi jawabanku hanya merupakan tatapan kosong di matanya, yang ia tahu ia dan ayahnya adalah generasi Sang Raja Rimba yang perkasa, " Maca tak takut ayah jawabnya padaku " sungguh jawaban yang membuatku sangat khawatir sebagai ayah, " Maca ayah tahu kita adalah Raja Rimba kau harus bangga nak" jawabku getir mengingat kedua pamannya yang telah musnah akibat keganasan manusia.

Embun pagi membasahi hati dan hidup ini, semua terasa indah, bagaikan kumbang yang menghisap bunga yang baru mekar. Lamunanku buyar, aku tersentak melihat Maci yang mulai tumbuh dewasa ia gadis yang rajin dan penuh semangat, setiap hari ia bernyanyi dalam auman yang merdu di telingaku, Tak kala roda kehidupan bergeming dalam nyayian syahdu, hentakan keras mendasar di relung hati membawa kenangan yang terburuk.

"Maci Putiku..Duduk dekat ayah nak, "kamu jangan tanyakan tentang pamanmu lagi yah mereka sedang merantau di surga, jika kamu rindukan mereka berdoalah agar mereka bahagia," kulihat wajah Maci sangat ceria mendengar paman pamannya bahagia di surga.. " Ayah jika paman Harimau Jawa dan Paman Harimau Bali nanti datang beri tahu aku yah ayah, aku tak mau jika aku sudah tumbuh besar dan cantik mereka tidak mengenali aku sebagai kemenakan mereka, uhh."

Dadaku bergetar keras air mata yang kutahan meleleh deras bagai mata air kehidupan, Maci putriku menjawab dengan polos tentang surga yang kukatakan, ya Tuhan hatiku sangat perih, adakah kedua buah hatiku ini selamat sampai kelak mereka bisa berkelana mengarungi luasnya Rimba Sumatra.

Yaa Tuhan jika mengingat dua saudaraku Harimau Jawa dan harimau Bali aku benar-benar takut dan khawatir. Lindungi kami yaa Tuhan. Izinkan aku dan istriku menggendong cucu-cucu kami kelak. 

Bayang-bayang Maca dan Maci yang hilang tersayat oleh kerakusan manusia membuatku menangis.
Aku dan istriku hanya bisa tertawa getir. Rasanya aku ingin marah. hmmm apa daya, taring dan cakarku tak berdaya diujung senjata. Embun pun mulai menghilang, di telan panas mentari yang menguapkan kelembutan rimba disaat fajar.

Dalam keheningan Rimba aku bertanya ?? Apakah esok kami masih bisa bersama menikmati rimbun rimba dengan auman manja. hmm entahlah. Selamat atau tidak masih jadi pertanyaan terbesar dalam hidupku. Semoga terbaca oleh para pencintaku ( Tiger dan Tigris sepasang Raja Rimba yang kehilangan kerajaannya. )

Rintihan Dari Rimba Sumatra

Mataku masih berkaca kaca, Tigris istriku menghampiriku dan berkata "Tiger jangan sampai Macci anak kita tahu tentang kedua paman mereka biarkan waktu perlahan sempurna membuat mereka menjadi tahu dalam kedewasaan.

Langit rimba yang mulai memerah membawa duka kenangan tentang dua saudaraku yang telah musnah di bantai oleh tangan tangan keji manusia yang tak beradap, sepupuku Harimau Jawa, Harimau Bali kalian memang telah tiada tetapi hanya jiwa dan raga saja yang mati di benakku jauh didalam lubuk jiwaku kalian tidak pernah mati.


Aku sebagai Harimau terakhir yang masih hidup akan tetap melestarikan habitat kita sepanjang masa. "Aku Harimau Sumatra generasi terakhir Harimau di Bumi Pertiwi ini tak akan musnah.

Aku tak akan musnah, tubuhku gemetaran menahan gejolak amarah dalam jiwaku, istriku Tigris ikut berkaca kaca sementara Macci putriku terdiam dari kejauhan, ia tak mendengar semua percakapanku dengan Tigris istriku, bersama Macca kakaknya yang baru datang mereka berdua menghampiri kami.

"Macca anak tertuaku berkata dengan lembut.. "Ayah, ayah sedihya melihat foto Paman Harimau Jawa dan foto paman Harimau Bali, ya sudah maafkan kami ayah, kami tak tahu jika ayah benar benar merindukan mereka melebihi kerinduan kami kepada keduanya, hanya saja aku senang kata Macci paman Harimau Jawa dan Paman Harimau Bali sedang merantau di surga dan mereka bahagia  disana lalu mengapa ayah bersedih jika mereka bahagia disana.

Aku dan istriku tersenyum simpul, iya Macca maafkan ayah yah, ayah dan ibu memang kangen sama mereka..Kupeluk Macca dan Macci, semangatku berkobar, dalam doa yang yang terkusyu aku memohon, yaaa Tuhan bantulah kami agar tetap lestari sepanjang massa.

Sepucuk Surat Dari Rimba Sumatra 2

Dear Friends. Apa kabar. Alhamdulillah pagi ini kami masih baik-baik saja disini.
Teman, pagi ini rimba Sumatra terlihat sangat hening, kabut dingin menyelemuti udara dengan segar, tanpa asap dan kebisingan alat-alat berat penghancur kelebatan Rimba. Adikku Maci masih tertidur, sedang ayah bundaku telah pergi mencari buruan untuk makan kami pagi ini.

Oh iya teman, pagi-pagi begini suasana rimba masih sangatlah menyenangkan, mentari yang malu- malu dibalik rimbun belukar tampak mengajak aku bermain-main dengan hangatnya, hmm andai suasana terus begini, tentu sangat menyenangkan sekali menjadi seekor Harimau.

Aku jadi teringat cerita ayah bundaku tentang rimba Sumatra ketika mereka masik kanak-kanak dahulu, rimba yang rapat, lebat dan damai. Tidak pernah terjadi kebakaran hutan kecuali penduduk desa yang berpindah lahan untuk menananam kebutuhan pangan mereka.

Alam dan manusia juga dengan kami para satwa nampak sangat harmonis dimana masing-masing diantara kami hanyalah menggunakan dan memanfatkan semua yang ada dengan keseimbangan perilaku yang dinamis.

Yaa kami tidak rakus dan tamak serta semena-mena menggerus semua yang ada di rimba ini. Alam telah menyediakan semuanya, kami para satwa dan mansuia menggunakannya seperlunya. Hatiku terbang melayang mendengar cerita ayah bundaku. Sungguh damai dan tenang rimba saat itu.

Ayah juga sering bercerita tentang dua pamanku yang gagah perkasa. Paman Harimau Jawa juga Paman Harimau Bali, wahh serunya jika ayah sedang mengingat masa muda bersama kedua pamanku itu. Belum lagi saudara-saudara ayah yang lain seperti Paman Kumbang dan Tutul tentu makin seru jika mereka sedang berkumpul bersama.

Ayah bilang Padaku jika paman Harimau Jawa itu tinggi besar lho, dia itu benar-benar gagah dan perkasa, ayah saja kalah besar dengan dia, wahh seperti apa yah wajah pamanku yang di Jawa itu, kadang aku penasaran sekali dan sangat ingin bertemu dengan Paman-Pamanku itu.  Uhhh tapi kapan ??

Jika mendengar cerita ayah tentang paman Harimau Jawa, bayanganku pasti ia lebih tampan dari ayah dan lebih sangar. Paman-paman dimana sih kalian? Mengapa kalian sombong sekali, memangnya paman tidak terasa apa jika kemenakanmu ini sangat ingin berjumpa dengan kalian. Uhh gemas aku...

Aku bosan hanya memndengar cerita tentang Paman Harimau Jawa dan Bali sebagai dongeng pengantar tidur yang sering ayah bunda ceritakan kepadaku. Aku Bosan Paman. he he he aku jadi geregetan sendirian nih teman-teman..

Ohhh iyaaa,  Jika teman-teman ada yang tahu tentang kabar paman-pamanku beri tahu kami yah, Wahhh aku akan sangat berterima kasih jika ada teman yang berbaik hati memberikan berita tentang mereka. 

Tolong ya teman, habis aku dan maci bosan dengar jawaban ayah dan ibu jika aku tanyakan kabar tentang kedua pamanku. Paling banter, kabar paling top cuma tentang paman Kumbang dan Tutul, uhhh bukannya aku tak suka dengan dua pamanku itu tapi aku masih sering berjumpa mereka teman, makanya aku tidak begitu penasaran.

Wahhh asiikkk ayah sudah pulang membawa buruan besar. Teman dilanjut lagi esok yah. Maci bangun dik ayah bawa rusa gemuk dan besar untuk kita.

Sepucuk Surat Dari Rimba Sumatra

Dear Friends apa kabar semua.. Mohon maaf yah, aku ingin bercerita sedikit tentang aku dan keluargaku yang berada  nun jauh di pedalaman rimba Sumatra.

Teman-teman mungkin sudah tak asing lagi dengan aku. Aku adalah anak Sang Raja Rimba yang gagah perkasa juga berwibawa. Sungguh aku sangat bangga sebagai Harimau yang hidup di Bumi Nusantara. Tanah Air yang subur dan sangat kaya raya dengan berbagai kekayaan alam dan faunanya.
"Ohh iya teman. Perkenalkan namaku "Maca, Harimau mungil nan lucu yang kerap bikin gemas kalian bangsa manusia."

Aku dan ayah ibuku adalah pemilik kerajaan rimba sepanjang daratan Sumatra ini lho. Nama famku saja jelas yaitu Harimau Sumatra tetapi kini aku dan keluargaku sangat terancam.  Kerajaan ayah bundaku mulai diusik oleh mahluk-mahluk berkaki dua yang memiliki senjata istimewa, mereka sangat kejam dan semena-mena.

Aku kadang heran dengan mereka, sebenarnya mereka itu mahluk apa sih? Hmmm aku dengar-dengar katanya mereka sih khalifah di bumi ini tapi kok kejam yah, mereka suka menjerat, menembak dan membantai bangsa kami karena alasan ekonomi.

Jujur saja mereka jauh lebih ganas dibandingkan dengan ayah dan ibuku, mereka itu sebenarnya lemah tetapi menjadi dasyat karena diberikan akal pikiran oleh Tuhan yang Maha Esa.

Kadang dibalik pohon tua usang ini aku sering termenung, Aku saja yang tidak memiliki hati nurani dan akal pikir kadang enggan mengganggu mereka, buat apa, mereka bukan mangsa yang enak dan lezat. Herannya aku ?? Kata Tuhan, mereka itu mahluk yang sempurna lho ? tetapi kok sama sekali tidak sempurna yah, dimana hati nurani dan akal mereka, padahal bangku-bangku yang ada disekolah mereka dicuri dari rumahku dengan semena-mena.. Iyaa mereka gak pernah izin lho sama ayah bundaku, main ambil, tebang dan babat sesuka hati mereka. Sungguh disayangkan bukan, akal pikir dan hati nurani mereka kadang mati tertimbun oleh kerakusan dan keserakahan.

Selain rakus mereka juga sangat membabi buta melebihi para babi yang sering kami permainkan sebelum kami mangsa. Mereka benar-benar brengsek, tidak hanya mempersempit ruang gerak kami tetapi mereka juga membakar rumah kami, mencuri mangsa kami serta mengganggap kami sebagai penjahat yang harus dibasmi. Hebat Bukan !!! MalingTeriak Maling.

Teman-teman tahukan keadaan kami disini. Aku sering menangis melihat ayah bundaku yang sering termenung dengan situasi sulit yang terus menerus memojokan kami, kami terus digusur demi kepentingan mereka. tidak hanya digusur teman.." Kami juga akan di Bunuh!!! jika bertemu mereka.

Kata mereka semua bagian tubuh kami sangat berharga dan mahal. Huh senaknya saja, sudahlah mencuri, merampok dan membunuh mereka juga mencap kami sebagai predator ganas yang sangat berbahaya. Lho itu memang benar adanya, kami adalah pemuncak rantai makanan di rimba raya. Ganas itu sudah naluri kami sebagai pembunuh dan pemangsa yang handal. "he he he..kata ayah ibuku."

Manusia..Manusia ?? Merekakan memiliki akal pikir harusnya mereka mengerti dan bisa membimbing kami bukannya malam kejam dan semena-mena terhadap kami. Jika mereka menghancurkan rumah kami dan membunuh salah seekor diantara kami maka itu hanyalah kejahatan yang bisa di atur dengan uang, sementara jika bangsa kami yang melukai bahkan membunuh satu diantara mereka maka kami akan dicap sebagai perampok dan pembunuh berbahaya. Huahhhhhh aneh tapi nyata!!!

Ohh iya teman, lihat tidak.. Itu lho Harimau kecil yang tidak kalah lucunya dengan aku. Itu yang ada disebelah kananku. Imut kan? Itu adikku teman, namanya Maci dia cantik dan imut kan teman-teman. Aku sangat menyayangi dia sebagai adik perempuanku satu-satunya. Teman-teman pasti mengerti bagaimana memiliki seorang adik perempuan. Wah sebagai cowok kita tentu akan terlihat lebih gentle jika mampu melindungi dan mengayomi mereka.

Begitu juga dengan aku teman. Aku sangat ingin melindungi dan mengayomi adikku hingga ia tumbuh menjadi gadis yang cantik dan dewasa kelak, wahh senangnya jadi seekor kakak.. Ha ha ha tapi aku menangis teman sungguh demi Tuhan aku menangis, air mataku tak pernah berhenti jika memikirkan aku dan adikku.

Bagaimana aku tidak khawatir dan sedih jika ayah bundaku yang hebat dan jago saja masih bisa dikalahkan oleh bangsa manusia yang keji, hmm kami sangat terpojok teman ?? Cakar dan taring ayah bundaku kini tak tajam lagi, Aumannya tak mampu lagi untuk menggetarkan hati penghuni rimba beton yang datang menghancurkan rumah kami. Tapi dari lubuk hati yang terdalam aku mengerti, tidak semua manusia berjiwa keji dan rakus, aku tahu masih banyak diantara teman teman yang peduli terhadap kami.

Oh iya teman suratku dilanjut esok lagi yah.. Jujur masih banyak yang hendak aku kabarkan kepada teman-teman di kota sana tetapi ini sudah waktunya makan siang. Ayah bunda serta adikku sudah menungguku untuk segera bergabung bersama mereka. Semoga esok aku masih selamat dari tangan tangan durjana. Doakan aku yah teman- teman.

Maca & Maci serta ayah bundaku Tiger & Tigris.

Selamatkan Harimau Kita

Seperti kata pepatah "Cita cita yang cemerlang sering kali gagal karena kita tidak memiliki keberanian untuk mewujudkannya. Kita takut untuk memulai, kita takut mengambil resiko, kita takut gagal, semua rasa takut itu melumpuhkan kita.. Jika kita memiliki keinginan, laksanakanlah karena keberanian memiliki kejeniusannya sendiri. Semoga TUHAN selalu bersama kita.

Aksi kita pada tahapan awal ini adalah SOSIALISASI. Tidak ada pergerakan apapun dilapangan tanpa sosialisasi yang baik dan benar serta terarah dan terkoordinir untuk khalayak luas. Ini misi besar dengan rintangan besar. Yang kita hadapi adalah kekuatan besar yang harus dilawan dengan kekuatan besar. Sabar ya kawan aksi itu hal yang pasti tetapi aksi dengan persiapan dan sosialisasi yang baik kepada masyarakat kita.

Jika bukan kita yang peduli kepada mereka maka siapa lagi yang akan melindungi dan menyayangi mereka. Jangan sampai!! dan  jangan pernah lagi terdengar cerita duka yang kembali berulang. Harimau Sumatra kembali musnah seperti kedua saudaranya dan menjadi cerita pengantar tidur yang meyedihkan bagi generasi penerus kita. JANGAN SAMPAI KAWAN !!

Yang kita hadapi adalah kekuatan yang besar dengan berbagai komponen pendukung yang mumpuni untuk melakukan berbagai kegiatan yang sangat merusak habitat harimau sumatra. Seperti yang kita ketahui dan selalu menjadi pertanyaan..

Mampukah sepanduk, topeng topeng harimau atau yel yel yang dilakukan selama ini memberikan konstribusi yang real. Sementara kita sudah menguras isi dompet, pikiran dan tenaga kita tetapi gaungnya sama sekali tidak terdengar di seluruh lapisan masyarakat.. Tidak ada yang percuma tidak ada yang sia sia tetapi ada yang lebih baik daripada sekedar aksi aksi yang tidak menimbulkan reaksi apa apa..

Renungan Sang Raja.

Tiger termenung melihat tempat bermain putra putrinya telah berubah menjadi kebun sawit, ia terdiam melihat tingkah manusia yang tidak peduli dengan ia dan keluarganya.
Sebenarnya ia terusik dan risau dengan keadaan ini. Ditatapnya dua wajah mungil nan lucu yaitu Macca dan Macci sepasang anaknya yang sedang tertidur pulas dipelukan istrinya Tigris. Matanya tajam menerawang waktu. Hmm mereka mengusik aku terus.

Hmm mereka mengusikku.. 'Aku masuk wilayah mereka, mereka ketakutan!! kawatir aku melukai anak istri dan ternak mereka.. Andai mereka sadar, sebenarnya itu wilayahku, tempat kalian tinggal adalah tempat bermain putra putriku, sadarkah aku bergerak dengan naluriku, aku tidak berfikir karena aku tidak memilikinya.. Satu hal yang paling aku tahu.. Aku butuh makan, butuh tempat untuk hidup.. Akupun sama seperti kalian.


Akupun memiliki masa depan, andai kalian juga berfikir bagaimana aku dan keturunanku. Mengapa kalian tidak mencoba berbagi dengan aku, "aku tahu kalian berakal dan sangat cerdas tetapi mengapa tidak bijak, andai kalian menjadi aku, "diburu, dicaci maki dan dibunuh karena cap kalian kepadaku sebagai pembunuh paling berbahaya serta hama bagi hewan ternak kalian. APA KALIAN BUKAN HAMA JUGA BAGI AKU DAN KETURUNANKU..

Ohh tuhan.. 'Sungguh aku tak berdaya, 'aku tahu banyak manusia diluar sana yang masih menyayangi aku dan keluargaku.. Tuhan gerakanlah hati mereka, satukanlah visi dan misi mereka, buka cara pandang, cara pikir serta emosi mereka dalam memandang masalah ini.. Aku tahu sehebat apapun usaha mereka diluar sana tetap tiada artinya jika tidak memiliki kekuatan dalam menghadapi kekuatan jahat yang akan membasmi aku. " 

Tuhan terima kasih atas kasih sayang-Mu aku memohon lindungilah kami dari kepunahan."

Jangan Ada Lagi Legenda

Para pecinta kucing besar dan pemerhati keselamatan dan kelestarian HARIMAU SUMATRA dan seluruh jenis HARIMAU yang hidup di tanah air kita.. Jika kita mendengar kisah tragis yang di alami oleh HARIMAU JAWA dan HARIMAU BALI maka kisah memilukan ini jangan sampai terulang kembali kepada HARIMAU SUMATRA dan seluruh jenis HARIMAU yang masih ada dan tetap bertahan hidup dalam lebatnya belantara hijau nusantara.
Kita sebagai anak bangsa jangan sampai mendengar kembali kabar yang menyebutkan bahwa HARIMAU SUMATRA telah menyusul HARIMAU JAWA dan HARIMAU BALI yang kini hanya menjadi legenda untuk masyarakat Jawa dan Bali pada khususnya dan bangsa ini secara keseluruhan.

Punahnya HARIMAU JAWA dan HARIMAU BALI adalah pil pahit yang terpaksa kita telan, kita sebagai generasi muda hanya bisa mendengar kisah ini dari orang tua kita tentang kedigdayaan HARIMAU JAWA dan HARIMAU BALI yang dulu pernah menguasai belantara Tanah Jawa dan belantara pulau Dewata.

Ayo teman mulai dari sekarang kita harus selalu ingat kisah punahnya HARIMAU JAWA dan HARIMAU BALI jangan sampai kisah ini terulang kembali kepada KEPADA HARIMAU SUMATRA.dan seluruh jenis harimau yang masih bertahan hidup di bumi kita tercinta ini.
SAVE OUR TIGER dari sekarang..!!!



Tuesday, 10 July 2018

Pembunuh Berdarah Dingin Dari Sungai Nil


Kita tentu pernah mendengar beberapa legenda tentang mahluk mahluk bringas pemakan bangkai manusia ataupun pemangsa manusia. Membayangkannya saja mungkin sudah membuat bulu kuduk kita meramang ya kawan. Tetapi ternyata dalam kehidupan nyata ternyata ada juga lho beberapa hewan yang menjelma menjadi mahluk mengerikan tersebut. Bagaimana tidak..? Banyak memang kasus pembunuhan manusia yang dilakukan oleh hewan hewan buas tetapi jika menilik pada catatan kejahatan mahluk satu ini bisa dibilang ia adalah monster paling mengerikan di abad milenia ini. 

Yaa hewan ini memang bukan harimau walaupun Harimau juga telah mencatatkan namanya sebagai salah satu spesies paling mengerikan dimuka bumi ini. Hewan ini masih sebagai salah satu hewan yang paling mengerikan. Monster itu adalah seekor Buaya Nil yang sangat besar dengan bobot diperkirakan kurang lebih satu ton dan memiliki panjang tubuh sekitar lima sampai enam meter. 


Dari semua hewan pemakan manusia yang tercatat didadalam sejarah kelam peradaban manusia Buaya Nil yang mendapat panggilan Gustave ini masih menempati urutan teratas sebagai momok penyebar teror yang paling menakutkan di muka bumi. Bagaimana tidak tubuh besar dan menakutkan itu benar benar bagaikan kancil yang cerdik dan licik. Hal ini bisa kita lihat dari beberapa kejadian yang hampir saja mengakhiri petualangan maut gustave tetapi selalu gagal. 

Gustave sang eksekutor itu selalu lolos dari berbagai usaha pembunuhan. baik yang dilakukan oleh penduduk lokal bahkan sepasukan tentara bersenjata lengkap juga tak mampu untuk membuatnya mengambang dipermukaan air. Dikabarkan bahwa tubuh sang peneror itu membawa bekas luka yang tak terhitung jumlahnya, luka-luka itu diperoleh dari berbagai tikaman pisau serta lemparan tombak penduduk lokal yang telah gemas ingin mengakhiri hidupnya.  What..Bagaimana mungkin dia akan tewas apabila sejumlah berondongan peluru saja tidak dapat mengakhiri kebuasaaannya.

Keganasan serta kepiawaian Gustave dalam membunuh serta meloloskan diri dari berbagai perangkap maut telah menarik perhatian seorang berkebangsaan Perancis untuk memonitoring pergerakan Gustave secara detail. Patrcie Faye dengan sabar dan teliti bersama penduduk lokal yang tergabung dalam usahanya untuk menyelamat sang predator dari pembunuhan mengungkap beberapa fakta fakta yang cukup mengerikan. Gistave diperkirakan telah membunuh dan memangsa lebih kurang 300 manusia yang kebetulan berada di dekatnya. 

Sang Pembunuh terkenal sangat ganas dalam menghabisi mangsanya. Moncong dinginnya telah melahirkan seekor legenda baru yang haus darah di sepanjang aliran sungai Nil. Ia bagaikan siluman yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya hanya untuk membunuh dan membuat aliran sungai Nil berwarna Merah. Banyak yang menganggap dia adalah Siluman berwujud buaya karena nafsu makannnya yang tidak biasa. Jangankan manusia seekor Kuda Nil jantan dewasa saja bisa ia habisi dalam sekejab. Penduduk sekitar meyakini jika Gustave melakukan pembunuhan hanya untuk kesenangan hidupnya saja. Ia bukan lagi seekor buaya biasa melainkan siluman buaya yang menebar teror di sepanjang aliran sungai Nil sepanjang masa.

Tak ada yaang mampu memprediksi kemunculannya, karena saat dia muncul pasti selalu ada korban korban baru yang mengiringinya. Situasi ini benar benar menanntang bagi seorang Patrice faye. Faye sendiri berusaha untuk menangkap Gustave dengan membangun perangkap besar di air, tapi, meskipun buaya itu muncul, dia tidak pernah mendekati perangkap yg dibuat Faye. Dia hanya berenang di sekitarnya, 'seolah-olah mengejek calon penculiknya'. Dilaporkan berumur lebih dari 60 tahun, Gustave mungkin terlalu berpengalaman dan pintar untuk ditipu, sehingga nampaknya Gustave akan melanjutkan 'pemburuannya' dan mungkin, akan menjadi pemakan orang yang paling produktif sepanjang sejarah. 

Tidak seperti cara pada zaman harimau betina Champawat; Patrice Faye tidak lagi ingin membunuh Gustave. Dia ingin melindungi dia dari pembalasan manusia; dengan menangkap Gustave hidup-hidup dan menjaga dia didalam kandang yang aman, Faye berharap dapat menyelamatkan nyawa manusia serta pemakan manusia itu sendiri, dan mungkin menggunakannya sebagai bibit untuk membantu pelestarian buaya Nil. Sebuah pagar lampiran (enclosure) telah dibangun di Taman Nasional Ruzizi Burundi, menunggu moment penangkapan pemakan manusia terbesar di zaman kita.

Monday, 9 July 2018

Harimau Harimau Nusantara ( Tamat )


Harimau Bali 
Harimau bali (bahasa Latin: Panthera tigris balica) adalah subspesies harimau yang sudah punah dan habitatnya di Pulau Bali, Indonesia. Harimau ini adalah salah satu dari tiga subspesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau jawa (juga telah punah) dan harimau sumatera (spesies terancam).

Harimau ini adalah harimau terkecil dari ketiga subspesies; harimau terakhir ditembak pada tahun 1925, dan subspesies ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Subspesies ini punah karena kehilangan habitat dan perburuan.

Harimau Sumatera 

Harimau sumatera (bahasa Latin: Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di pulau Sumatera, merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN. 

Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di taman-taman nasional di Sumatera. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.

Penghancuran habitat merupakan ancaman terbesar terhadap populasi saat ini. Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau sumatera terbunuh antara tahun 1998 dan 2000.

Ciri-ciri Fisik
Harimau Sumatera memiliki tubuh yang relatif paling kecil dibandingkan semua sub-spesies harimau yang hidup saat ini.
Jantan dewasa bisa memiliki tinggi hingga 60 cm dan panjang dari kepala hingga kaki mencapai 250 cm dan berat hingga 140 kg. Harimau betina memiliki panjang rata-rata 198 cm dan berat hingga 91 kg.

Warna kulit harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua.

Makanan harimau sumatera tergantung tempat tinggalnya dan seberapa berlimpah mangsanya. Sebagai predator utama dalam rantai makanan, harimau mepertahankan populasi mangsa liar yang ada di bawah pengendaliannya, sehingga keseimbangan antara mangsa dan vegetasi yang mereka makan dapat terjaga. Mereka memiliki indera pendengaran dan penglihatan yang sangat tajam, yang membuatnya menjadi pemburu yang sangat efisien. 

Harimau Sumatera merupakan hewan soliter, dan mereka berburu pada malam hari, mengintai mangsanya dengan sabar sebelum menyerang dari belakang atau samping. Mereka memakan apapun yang dapat ditangkap, umumnya babi hutan dan rusa, dan kadang-kadang unggas atau ikan. Orangutan juga dapat jadi mangsa, mereka jarang menghabiskan waktu di permukaan tanah, dan karena itu jarang ditangkap harimau.
Tamat-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Harimau Harimau Nusantara.


Harimau adalah binatang yang sangat terkenal di dunia salah satunya di Indonesia. Di indonesia sendiri pernah ada 3 jenis harimau yang menduduki wilayah kita ini tapi dua diantaranya telah dinyatakan punah dan hanya tinggal satu jenis. Jenis-jenis spesies harimau apa sajakah yang pernah ada di indonesia simak artikel berikut ini.

1. Panthera Tigris Sondaica Harimau Jawa

Harimau jawa (Panthera tigris sondaica) adalah subspesies harimau yang hidup terbatas (endemik) di Pulau Jawa[1]. Harimau ini telah dinyatakan punah di sekitar tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis.
Dibandingkan dengan jenis-jenis harimau di Benua Asia, harimau jawa terhitung bertubuh kecil. Namun harimau ini mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar daripada harimau bali dan kurang lebih sama besar dengan harimau sumatera. Harimau jawa jantan mempunyai berat 100-140 kg, sementara yang betina berbobot lebih ringan, antara 75–115 kg. Panjang kepala dan tubuh hewan jantan sekitar 200-245 cm; hewan betina sedikit lebih kecil

Harimau jawa tercatat menghuni hutan-hutan dataran rendah, hutan belukar, dan mungkin pula berkeliaran hingga ke kebun-kebun wanatani di sekitar perdesaan, karena pernah pada masanya hewan ini dianggap sebagai hama sehingga banyak diburu atau diracun orang. Wilayah jelajahnya tidak melebihi ketinggian 1.200 m dpl.

Macan ini biasa memangsa babi hutan, rusa jawa, banteng, dan kadang-kadang juga reptil serta burung air. Harimau jawa diketahui hanya didapati di Pulau Jawa.

Pada awal abad ke-19, harimau ini masih banyak berkeliaran di Pulau Jawa. Pada tahun 1940-an, harimau jawa hanya ditemukan di hutan-hutan terpencil. Ada usaha-usaha untuk menyelamatkan harimau ini dengan membuka beberapa taman nasional. Namun, ukuran taman ini terlalu kecil dan mangsa harimau terlalu sedikit. Pada tahun 1950-an, ketika populasi harimau jawa hanya tinggal 25 ekor, kira-kira 13 ekor berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Sepuluh tahun kemudian angka ini kian menyusut. Pada tahun 1972, hanya ada sekitar 7 harimau yang tinggal di Taman Nasional Meru Betiri.

Ada kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahun 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekor jenis harimau ini. Terakhir kali ada sinyalemen dari harimau jawa ialah pada tahun 1972. Pada tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di Pulau Jawa. Kemungkinan kecil binatang ini belum punah. Pada tahun 1990-an ada beberapa laporan tentang keberadaan hewan ini, walaupun hal ini tidak bisa diverifikasi.

Meskipun demikian banyak laporan penampakan harimau jawa di hutan Jateng dan Jatim. Pada akhir tahun 1998 telah diadakan Seminar Nasional harimau jawa di UC UGM yang berhasil menyepakati untuk dilakukan "peninjauan kembali" atas klaim punahnya satwa ini. Hal tersebut karena bukti-bukti temuan terbaru berupa jejak, guratan di pohon, dan rambut, yang diindikasikan sebagai milik harimau jawa. Secara mikroskopis, struktur morfologi rambut harimau jawa dapat dibedakan dengan rambut macan tutul. Oleh karena itu hingga sekarang masih dilakukan usaha pembuktian eksistensi satwa penyandang status punah ini.
Bersambung-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sunday, 8 July 2018

Balada Bonita Pemberontakan Kecil Dari Hutan Sumatra. ( Tamat )

Mungkin Bonita tidak sedigdaya Champawat. Champawat begitu elegan dan menggelegar mengguncang dunia. Apa Bedanya...?? Bedanya mungkin hanya terletak pada angka. Angka angka korban yang berjatuhan akibat keganasan sang raja memang sangat berbeda. Beda zaman dan waktu juga benar tetapi tetap pada ESSENSI YANG SAMA.

Yaitu sang Raja mengamuk karena adanya usaha untuk melenyapkan dirinya. Usaha pembunuhan yang gagal dan kemudian berakibat fatal bagi manusia lainnya akibat ulah segelintir manusia-manusia rakus yang mencoba untuk menguliti dirinya.


Bonita dan Champawat memang berbeda tetapi sama sama harimau. Harimau yang terluka akibat kekejaman segelintir manusia yang berusaha melenyapkan dirinya. Masihkah kita yang katanya mahluk paling cerdas dimuka bumi ini tidak mau belajar dari kisah Bonita dan Champawat. Bonita dan Champawat hanyalah sebagian kecil dari ribuan harimau yang mungkin saja bisa mengamuk akibat tekanan psikis yang luar biasa terhadap dirinya dan kelangsungan hidupnya.

Menarik bukan ternyata harimau juga bisa membalas dendam.. Bukan hanya manusia. Kisah para raja yang berbeda jaman dan korban-korbannya telah menjadi daya tarik tersendiri untuk kita pelajari. Para raja yang terluka lalu sembuh dari guratan luka lukanya kemudian menyerang balik sang pembunuh dan harus berakhir dengan pembunuhan akibat cap yang diletakkan diujung dahinya sebagai penyebar teror dan pembawa maut dari segelintir orang yang pernah mencobanya untuk membunuhnya.

Mungkin lain Champawat lain Bonita.. Akh..Masa iya..?? Bukankah sudah jelas..Mereka sama sama raja yang terluka dan selamat dari lukanya. Berkurangnya hutan serta daya jelajah akibat invansi besar besaran manusia di habitat mereka tetap tenggelam dalam teror berdarah yang ditimbulkan akibat luka luka maut yang dihadiahkan kepadanya.

Saya yaqin akan ada Bonita-Bonita lain yang lahir di Pulau Sumatra akibat terus tergerusnya lahan dan kekuasaan mereka. Akan lahir juga konflik konflik berdarah lainnya yang akan terus memakan korban jiwa para invader dikemudian hari apabila kita tetap tidak menyadari kerakusan kita sendiri.
Balada Bonita Pemberontakan Kecil Dari Hutan Sumatra.






Taman Nasional Benteng Terkuat Dari Invasi Manusia Ke Dalam Rimba.


Melihat laju ekspansi manusia yang tak terkendali di hutan hutan Sumatra telah mengakibatkan berbagai hal fatal yang kadang kita tak sadari dampaknya. Berkurangnya zona lepas didalam rimba raya tentu berakibat juga kepada berkurang sumber daya makanan dan daya jelalah para penghuni rimba. Dalam hal ini secara khusus juga akan mengakibatkan konflik antara manusia dan penghuni rimba. 

Konflik berdarah yang kerap terjadi dan kadang memakan korban manusia selalu menyalahkan ulah para penghuni rimba. Khususnya Harimau dan Gajah Sumatra, padahal konflik terbuka ini kerap terjadi karena adanya perlawan dari penghuni rimba karena mereka telah terganggu oleh ulah manusia itu sendiri. oleh karena itulah perlu sebuah program khusus untuk membendung laju invasi manusia kedalam rimba dengan pembentukan taman taman nasional yang dilidungi secara undang undang dan hukum negara.   

Tujuan pembentukan taman nasional adalah untuk menyelamatkan satwa dan habitat alam, termasuk Harimau Sumatera yang masuk dalam zona merah. Dengan adanya taman nasional maka diharapkan keberadaan flora dan fauna endemik Pulau sumatra dapat terjaga dari kepunahan. Taman ini juga bisa menjadi simbol pengakuan nilai-nilai kearifan lokal dalam mengelola hutan. 

Kondisi hutan hutan Sumatra yang kian hari semakin habis akibat tergerus perkembangan zaman dan jumlah populasi manusia membuat banyak wilayah hutan beralih menjadi perkebunan sawit atau hutan tanaman industri. perkembangan ini membuat Harimau Sumatera kian tersudut. Hutan yang dulunya menjadi lokasi perburuan makanan berubah menjadi pemukiman dan perkebunan.

Sang Datuk tak lagi bebas mencari makan seperti babi ataupun rusa. Jalur jelajahnya banyak terputus oleh pemukiman dan perkebunan hingga tak jarang sering terjadi kasus ada harimau masuk ke pemukiman ataupun perkebunan. Kita sebagai pendatang kadang malah mengganggap ini sebagai ancaman padahal sejatinya memang di sanalah rumah si Belang berada. 

Habitat harimau Sumatera ada di Pulau Sumatera. Misalnya di wilayah Bengkulu, harimau Sumatera diperkirakan saat ini tinggal 17 ekor di sana. Situasi yang semakin kritis ini membuat pemerintah harus tanggap dalam menyikapinya. Mungkin salah satu yang paling tepat adalah dengan terus mendirikan berbagai Taman nasional yang dapat mengimbangi gerakan laju manusia kedalam hutan serta kelestarian satwa satwa yang terncam akibat ekspansi manusia. Berikut adalah beberapa Taman Nasional yang menjadi habitat harimau Sumatera lainnya yang telah resmi menjadi taman nasional.

Kawasan Ekosistem Leuser.
Taman Nasional Gunung Leuser dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Aceh menjadi habitat berbagai macam satwa. Di antaranya orang utan Sumatera, beruang, badak, rusa, dan harimau Sumatera. Sekitar 89 jenis satwa yang tergolong langka dan dilindungi ada di hutan Taman Nasional Gunung Leuser. Misalnya badak Sumatera, harimau loreng Sumatera, gajah Sumatera, dan beruang madu.

Hutan Lindung Singgah Mata
Hutan lindung yang berada di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, juga menjadi rumah harimau Sumatera. Hutan ini dikenal banyak dihuni harimau liar.

Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan
Harimau Sumatera yang tinggal di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, di antaranya harimau betina bernama Dara Jingga dan harimau jantan bernama Bancah. Tahun lalu, Dara Jingga melahirkan tiga ekor anak. Harimau lainnya yang bernama Sean, pada November 2016, juga melahirkan tiga ekor harimau Sumatera juga dari induk jantan yang sama yakni Bancah.

Taman Nasional Batang Gadis
Taman Nasional Batang Gadis adalah taman nasional di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Luas wilayahnya 108.000 hektare.
Tujuan pembentukan taman nasional ini untuk menyelamatkan satwa dan habitat alam, termasuk harimau Sumatera. Taman ini juga menjadi simbol pengakuan nilai-nilai kearifan lokal dalam mengelola hutan. Salah satunya lubuk larangan atau naborgo-borgo atau atau hutan larangan.