Showing posts with label Panthera Pardus. Show all posts
Showing posts with label Panthera Pardus. Show all posts

Wednesday, 26 September 2018

Macan Tutul Persia ( Panthera pardus Saxicolor )


Macan tutul Persia (Panthera pardus tulliana atau Panthera pardus Ciscaucasica dan Panthera pardus Saxicolor ) terdaftar sebagai hewan kristis Terancam Punah didalam Daftar Merah IUCN.  Populasi diperkirakan terus menurun setiap tahunnya. Macan tutul Persia berukuran besar dengan bobot tubuhnya bisa mencapai 60 kg dan panjang tubuhnya bisa mencapai 158 cm. Sedangkan panjang ekornya bisa mencapai 94 cm. Mereka rata-rata memiliki mantel bulu yang berwarna terang dengan bervariasi warna pucat dan gelap.

Macan tutul Persia juga bersifat soliter dan territorial. Umumnya mereka aktif dimalam hari walaupun dalam kasus-kasus tertentu mereka juga terlihat aktif siang hari. Insting juga mendorong mereka untuk menghindari daerah-daerah dengan musim salju yang panjang dan daerah-daerah yang dekat dengan pembangunan perkotaan.

Sebagai spesies yang mudah beradaptasi habitat mereka meliputi wilayah yang terdiri dari padang rumput subalpine, hutan berdaun lebar dan lereng berbatu, stepa gunung, dan hutan juniper yang jarang di Lesser Caucasus Iran. Hanya beberapa populasi kecil dan terpencil yang tersisa di seluruh habitat alamiahnya. Habitat yang sesuai di setiap negara rentang terbatas dan paling sering terletak di daerah perbatasan terpencil.

Mangsa macan tutul Persia sangatlah bervariasi tergantung pada habita alami yang ditinggalinya. Sebagai oportunis sejati terutama di wilayah Iran dan Armenia selatan mamalia besar adalah mangsa utamanya seperti bezoar ibex, domba liar, babi hutan, rusa roe dan goirered gazelle. Ia juga memangsa mamalia yang lebih kecil seperti landak jambul India dan kelinci Eropa.

Kadang-kadang menyerang ternak dan menggiring anjing. Di Iran, keberadaan macan tutul sangat berkorelasi dengan keberadaan kambing liar dan domba liar. Serangan oleh macan tutul pada onager juga pernah dicatat dalam sebuah jurnal.

Kini macan tutul Persia terancam oleh perburuan liar, ketersediaan mangsa karena persaingan serta  invasi manusia dihabitat alamiahnya. ( Latihan militer, percobaan senjata serta konflik di daerah perbatasan ) selain itu aksi penggundulan hutan, kebakaran, ekspansi pertanian dan penggembalaan berlebihan serta pembangunan infrastruktur yang massive telah menjadi salah satu faktor penting penyebab berkurangnya populasi Macan Tutul Persia.

Manusia telah membuat peluang macan tutul persia untuk bertahan hidup di luar kawasan lindung tampak sangat tipis.  Kondisi kering intensif di beberapa area habitat macan tutul yang luas dalam beberapa tahun terakhir mempengaruhi spesies mangsa utama macan tutul seperti kambing liar dan domba liar. Angka kematian macan tutul di Iran mengungkapkan bahwa 71 macan tutul tewas antara 2007 dan 2011 di 18 provinsi.  70% diburu atau diracun dan 18% tewas karena tertabrak kendaraan di jalan raya.

Pada 1980-an pemerintah Iran sempat memagari wilayah habitat macan tutul Persia dengan ranjau anti-personil. Ranjau ranjau ini disebar secara sistematis di sepanjang bagian utara perbatasan Iran-Irak sebagai upaya keras untuk mencegah orang memasuki daerah itu. Hasilnya cukup signifikan, macan tutul bebas berkeliaran di daerah ini dan aman dari ancaman pemburu liar serta berbagai upaya ekspansi pengembangan industry manusia. Walaupun begitu ranjau ranjau darat itu telah merengut korban jiwa sebanyak dua orang akibat tindak tanduk mereka yang mengabaikan medan ranjau tersebut.

Pada tahun 2009, Pusat Pengembangan dan Rehabilitasi Macan Tutul Persia didirikan di Taman Nasional Sochi, di mana dua ekor macan tutul jantan dari Turkmenistan yang dikarantina sejak September 2009 dan dua ekor macan tutul betina dari Iran sejak Mei 2010 akan dikawinkan dan direncanakan  anak  Keturunan mereka akan dilepas ke alam liar di Cagar Alam Biosfer Caucasus.

Macan Tutul Sri Lanka ( Panthera Pardus Kotiya )

Macan tutul Sri Lanka (Panthera pardus kotiya) atau juga disebut macan tutul Ceylon, adalah salah satu subspesies macan tutul asli daratan Sri Lanka. Hal ini pertama kali dijelaskan oleh ahli zoologi Sri Lanka, Deraniyagala pada tahun 1956. Pada tahun 2008, macan tutul Sri Lanka masuk dalam daftar merah hewan yang Terancam Punah oleh badan resmi dunia IUCN. Populasinya di alam liar pada tahun 2015 diperkirakan hanya mencapai 700 sampai 950 ekor saja.

Macan tutul Sri Lanka memiliki bulu tebal berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik gelap dan corak mawar yang rapat. Fisiknya lebih kecil dari macan tutul India. Betina dewasanya memiliki bobot rata-rata sekitar 29-30 kg dan memiliki panjang badan sekitar 1.04 dengan panjang ekornya mencapai 77.5 cm.  Bobot sang jantan sedikit lebih besar sekitar 56 kg bahkan dalam sebuah kasus pernah tercatat hingga mencapai 77 kg. sementara panjang badan sekitar 1.27 dengan ekor bisa mencapai panjang 86-97 cm.

Dalam sebuah catatan khusus yang bersumber dari BBC London, macan tutul Sri Lanka berevolusi menjadi salah satu subspesies macan tutul yang cukup besar dengan bobot mencapai hampir 100 kg,. hal dimungkinkan karena macan tutul Srilangka telah menjadi predator puncak tanpa persaingan dengan spesies kucing liar besar lainnya didalam territorial endemiknya. Macan tutul seperti pada umumnya sangat mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan tak terkecuali macan tutul Sri Lanka yang dapat hidup disemua ekosistem seluruh pulau.

Macan tutul Sri Lanka tidak jauh berberda dengan subspesies macan tutul lainnya. Mereka adalah hewan dan pemburu soliter kecuali betina-betina muda kadang mereka terlihat berkelompok sebelum akhirnya berpisah dan memiliki teritorialnya sendiri. Macan tutul pada umumnya gemar berburu di malam hari tetapi juga sangat aktif disaat fajar dan senja dan beberapa kasus di sianghari. Karena macan tutul adalah predator puncak di Sri Lanka maka ia tidak perlu melindungi mangsanya atau membawa mangsanya ke pepohonan.

Dalam berburu Macan tutul Sri Lanka bergerak dengan sangat lihat dan sunyi saat mengintai mangsanya. Dia akan bergerak secepat kilat setelah sang mangsa telah masuk dalam jarak lesetan terkamannya. Biasanya sang korban akan tewas atau lemas tak berdaya setelah mengalami serangan maut di bagian tenggorokan. Seperti kebanyakan macan tutul dimanapun wilayah endemiknya hewan ini adalah hewan yang sangat licik dan oportunis, dia tidak hanya memangsa mamalia besar tetapi juga  mamalia kecil, burung, reptil, dan juga hewan yang lebih besar.

Hilangnya habitat atau perubahan fungsi hutan serta tingginya angka perburuan di Srilangka telah menyebabkan berkurangnya populasi macan tutul secara drastic. Proyek konservasi Leopard di bawah Wilderness and Wildlife Conservation Trust (WWCT) yang bekerja sama dengan Pemerintah Sri Lanka telah berhasil menekan jumlah kematian macan tutul secara signifikan. Proyek ini berjalan semakin baik setelah mendapat dukungan penuh dari masyarakat Konservasi Satwa Liar Sri Lanka yang ikut serta dalam peran aktif untuk menjaga kelestarian hidup habitan dan populasi macan tutul dari kepunahan.

Tuesday, 25 September 2018

Macan Tutul Amur ( Panthera Pardus Orientalis )


Macan tutul Amur (Panthera pardus orientalis) adalah subspesies macan tutul yang masuk dalam katagori endangered spesies ( terancam punah ). Para ahli dan badan terkait memperkirakan bahwa jumlah mereka hanya ada sekitar 25 sampai dengan 57 individu macan tutul Amur yang hidup di alam liar.

Penurunan populasi yang sangat drastis dalam beberapa dekade terakhir ini disebabkan oleh kerusakan berat habitat alaminya, perburuan, dan persaingan hebat dengan harimau amur. Keberadaan macan tutul Amur telah menjadi fragmen kecil dari rentang awal populasinya. Wilayah merekapun sekarang sangat terbatas hanya dikisaran wilayah Rusia timur saja. Namun pada abad ke-19 wilayah endemis macan tutul Amur diperluas dari tenggara Rusia hingga ke semenanjung Korea melalui China Timur Laut.

Macan tutul Amur adalah spesies terunik dari semua sub spesies macan tutul yang ada. Secara fisik dia sangat berbeda, tidak seperti sub spesies yang menghuni sabana hangat di Afrika dan beberapa wilayah di Asia Tenggara.  Macan tutul Amur mampu beradaptasi secara sempurna dengan habitat pegunungan yang dingin di Timur Jauh Rusia.

Karena habitatnya yang dingin dan selalu tertutup oleh salju macan tutul Amur memiliki tungkai panjang yang memudahkannya berjalan menembus medan salju yang tebal dan dalam. Perubahan fisiknya semakin indah saat musim dingin tiba. Macan tutul Amur akan memamerkan mantel kulit keemasannya dengan elegan dan lebih memikat dari biasanya. Mantel kulit ini akan memberikan dampak isolasi dingin yang baik dan memberikan efek penyamaran yang baik di tengah hamparan salju yang menebal.

Sama seperti pesaing terberatnya yaitu Harimau Amur. Macan tutul Amur juga tinggal di kawasan hutan lindung Pegunungan Sihote Alin dimana sebagian besar iklim tahunannya sangatlah dingin dan tidak bersahabat. Iklim keras ini berdampak pada ketersedian mangsa dan juga persaingan yang kerap menimbulkan konflik berdarah antara Harimau Amur, Beruang dan Macan tutul amur. Ketersedian rusa rusa, rusa sika, babi hutan, rusa musk, dan mamalia kecil seperti kelinci dan badger sebagai persediaan alami makanan mereka juga sangat tergantung pada iklim yang kadang sangat tidak bersahabat diwilayah tersebut.

Macan tutul amur lebih gesit dari Macan Amur karena mampu melompat hingga lebih dari 19 kaki secara horizontal dan mampu melompat secara vertikal sebanyak 10 kaki. Mereka juga bisa berlari dengan kecepatan lebih dari 35 mil per jam. Perkembangan cukup baik datang dari data sensus terakhir. Jumlah mereka meningkat secara signifikan selama beberapa tahun terakhir ini dan terdapat sebuah populasi baru yang teriidentifikasi berada didalam wilayah Rusia yang perbatasan langsung dengan China daratan.

Macan tutul Amur dibedakan dari subspesies macan tutul lainnya karena mantel tebal yang mereka miliki terdiri dari rambut panjang dan lebat. Warna mantel mereka lebih ringan di musim dingin (kuning muda sampai oranye) dan lebih gelap di musim panas (rusty orange). Macan tutul Amur tergolong lebih kecil dari subspesies macan tutul lainnya yang ada dimuka bumi walaupun secara fisik sang jantan tetap lebih besar dari betinanya. 

Macan tutul amur menjadi dewasa secara seksual pada usia 3 tahun. Masa reproduksi mereka berlangsung hingga usia sekitar 15 tahun. Musim kawin untuk macan tutul Amur ada di musim semi dan berlangsung sampai awal musim panas. Beku terdiri dari antara satu dan empat anak yang sudah berumur 3 bulan. Biasanya setelah dewasa seekor macan tutul amur akan membangun wilayah teritorialnya di dekat aliran sungai atau juga termasuk daerah-daerah cekungan sekitarnya.

9 Sub Spesies Macan Tutul yang Hidup Di Muka Bumi


Keberadaan macan tutul tersebar luas di seluruh Afrika dan Asia, Penyebaran habitat yang sangat luas, teritorial dan persainga didalam habitat membuat macan tutul sulit dikategorikan menjadi satu spesies saja. Bukti-bukti menunjukkan bahwa populasi macan tutul  telah berkurang secara dramatis karena konflik horizontal dengan manusia.


Macan tutul merupakan salah satu spesies kucing besar yang masih ada di dunia ini. Pada mulanya mereka dianggap memiliki 30 sub spesies macan tutul yang berbeda, tetapi setelah dilakukan pengujian secara molekuler, IUCN menetapkan hanya ada 9 subspesies macan tutul di dunia ini.
Apa saja sih.. Lets chek it out..

1. Macan Tutul Amur (Panthera Pardus Orientalis)
Dikenal juga sebagai Macan Tutul Manchuria. Mereka tersebar di hutan-hutan Korea, Timur Laut China, dan Rusia. Macan tutul ini memiliki pola bulu yang terbilang cukup mencolok dibandingkan spesies macan tutul lainnya. Mereka juga memiliki mata hijau-biru yang bercahaya.

2. Macan Tutul India (Panthera Pardus Fusca)
Disebut juga Indian Leopard. Macan tutul ini termasuk dalam 5 spesies kucing terbesar di India bersama dengan Singa Asia, Harimau Bengal, Macan Tutul Salju, dan Macan Dahan (Clouded Leopard). Mereka hidup di hutan-hutan di India dengan ketinggian hingga 2500 m di atas permukaan laut.

3. Macan Tutul Afrika (Panthera Pardus Pardus)
Jenis macan tutul yang satu ini merupakan jenis macan tutul yang paling banyak memiliki variasi corak warna bulu. Mulai dari kuning pucat, kucing keemasan, hingga kucing kecokelatan. Mereka sebagian besar tersebar di Sub-Sahara.

4. Macan Tutul Arab (Panthera Pardus Nimr)
Macan Tutul Arab merupakan macan tutul yang berukuran paling kecil dibandingkan dengan jenis-jenis macan tutul lainnya. Mereka termasuk binatang yang 'kritis'. Pada 2006 saja jumlahnya hanya sekitar kurang dari 200 ekor.

5. Macan Tutul Srilanka (Panthera Pardus Kotiya)
Di Sinhala, mereka sering juga disebut dengan nama Kotiya. Sementara di tamil mereka disebut dengan nama Chiruththai. Mereka baru teridentifikasi sejak 1956 oleh seorang zoologist asal Srilanka yang bernama Deraniyagala. Diperkirakan jumlahnya saat ini tidak lebih dari 250 ekor.

6. Macan Tutul Persia (Panthera Pardus Ciscaucasica)
Dikenal juga dengan nama macan tutul kaukasus.  Mereka adalah salah satu spesies macan tutul yang berukuran paling besar dibandingkan dengan spesies macan tutul lainnya yang masih ada saat ini. Daerah penyebaran Macan tutul Persia adalah Afghanistan Bagian Barat, daerah Utara Iran, Turkmenistan bagian selatan, Turki Timur, dan Pegunungan kaukasus.

7. Macan Tutul Cina Utara (Panthera Pardus Japonensis)
Mereka hidup di daerah Cina bagian Utara. Ukuran tubuh mereka sama dengan ukuran tubuh macan tutul indocina. Daerah penyebaran mereka adalah China bagian tengah dimulai dari Lanzhou hingga daerah pegunungan di sebelah selatan gurun gobi.

8. Macan Tutul Indocina ( Panthera Pardus Delacouri)
Merpakan speise macan tutul yang daerah penyebarannya meliputi Cina bagian selatan, Vietnam, Malaysia, Kamboja, Laos dan Thailand.

9. Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas)
Macan tutul jawa disebut juga macan kumbang. Mereka hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa. Ada 2 jenis macan tutul jawa, yaitu yang berwarna terang dan yang berwarna hitam.

Macan Tutul Arabia atau Arabian Leopard (Panthera Pardus Nimr)


Macan tutul arabia atau Arabian leopard (Panthera pardus Nimr) adalah suatu subspesies macan tutul asli yang berasal dari Jazirah Arab. Macan tutul jenis ini telah masuk dalam daftar hewan kritis yang terancam punah oleh IUCN sejak tahun 1996.  Sementara itu kurang dari 200 individual di alam liar di perkirakan hidup pada tahun 2006. Populasi sangat terbagi-bagi. Sub-populasi terisolasi dan tidak lebih besar dari 50 individu dewasa.

Populasi macan tutul arabia diperkirakan menurun terus menerus akibatnya berkurangnya habitat alamiah mereka dan juga kemungkinan konflik dengan manusia ataupun masuk dalam hewan buruan yang menjadi komoditi khusus sebagian kalangan manusia.

Macan tutul Arab merupakan salah satu subspesies macan tutul terkecil. Macan tutul Ini untuk sementara waktu ditetapkan sebagai suatu subspesies yang berbeda oleh analisis genetik dari sebuah penangkaran macan tutul tunggal dari wilayah Israel dan Arab selatan. Keduanya diperkirakan memiliki hubungan kekerabatan paling erat dengan macan tutul Afrika.

Sementara ini Macan tutul arab masih bisa bernafas lega di daerah Dhofar di barat daya Oman dan daerah Hawf di timur laut Yaman. Dua daerah ini menjadi Benteng utama untuk Arabian Leopard. Walaupun begitu dibeberapa tempat terdapat populasi kecil yang terisolasi di Arab Saudi .

Pada tahun 2006, populasi Leopard diperkirakan masih tersisa sekitar delapan individu di Gurun Yudea Israel dan Dataran Tinggi Negev, namun keberadaan mereka belum dikonfirmasi kembali sejak tahun 2006 hingga saat ini. 

Sebagian berpendapat kemungkinan kedelapan individu dari spesies ini mungkin telah musnah begitu juga dengan spesies yang tersisa di Semenanjung Musandam Oman dan UEA. Macan tutul secara garis besar diperkirakan mungkin telah punah di daratan Yordania, UAE dan Semenanjung Sinai Mesir dengan kemungkinan populasi yang tidak berkembang sama sekali.

Macan Tutul Afrika (Panthera Pardus Pardus)


Macan tutul Afrika adalah salah satu jenis kucing yang besar yang paling banyak memiliki keunikan yaitu spesies dengan variasi warna pada tubuhnya.  Variasi tersebut tergantung pada daerah yang mereka tinggali. Bulu-bulu mereka bisa berwarna kuning pucat emas atau cokelat dan kadang-kadang hitam, dan berpola seperti mawar hitam sampai kepala, tungkai bawah dan perut yang terlihat dengan warna hitam solid.

Bobot macan tutul afrika jantan lebih besar, rata-rata 60 - 91 kg, sedangkan berat betina sekitar 35 - 40 kg. Panjang tubuh hingga ekornya nyaris sama dengan macan tutul lainnya didunia.  Macan tutul Afrika ditemukan di sebagian besar sub-Sahara Afrika, menduduki baik hutan hujan dan gurun gersang. Mereka ditemukan di semua habitat dengan curah hujan tahunan dan dapat menembus daerah dengan kurang dari jumlah ini curah hujan di sepanjang aliran sungai.



Macan tutul pada umumnya sangat mudah untuk beradaptasi termasuk macan tutul Afrika sehingga mereka sering terlihat berkeliaran di pemukiman warga akibat adanya perubahan pada habitat asli mereka. Penampakan macan tutul diarea pemukiman memang kerap terjadi dan kadang menimbulkan konflik berdarah antara manusia dan macan tutul.

Sebagai satwa yang paling mudah beradaptasi dengan lingkungan macan tutul Afrika bisa dikatakan adalah penghuni berbagai habitat di Afrika mulai dari habitat hutan pegunungan, padang rumput dan savana, tidak termasuk padang pasir yang sangat berpasir. Mereka adalah yang paling berisiko di daerah semi-gurun, di mana sumber daya yang langka sering mengakibatkan konflik dengan petani nomaden dan ternak mereka.

Sebagai hewan nocturnal ( aktif dimalam hari ) Macan tutul sangat aktif pada saat sore menjelang malam. Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi dengan perubahan ketersediaan mangsa, dan memiliki mangsa yang sangat luas. Mereka memangsa hewan pengerat, burung, antelop kecil dan besar, Hyrax dan kelinci, babi hutan, rusa, jerapah, musang dan arthropoda.

Macan tutul sangat suka bersembunyi dan menguntit secara dekat dan berada di jarak yang dekat dengan mangsnaya. Mereka membunuh saat mangsanya lemas, meraih mangsanya dengan melumpuhkan bagian tenggorokan dengan menggigit menggunakan rahang mereka yang kuat. Mereka jarang melawan predator lain untuk makanan mereka, karena mereka mampu untuk mendapatkan mangsanya dengan mudah.


Macan Tutul India (Panthera Pardus Fusca)


Macan tutul India (Panthera pardus fusca) adalah subspesies dari macan tutul yang tersebar luas di anak benua India. Spesies ini juga masuk dalam daftar spesies rawan punah dan telah masuk dalam Daftar Merah IUCN karena populasinya telah menurun menyusul hilangnya dan fragmentasi habitat, perburuan untuk perdagangan ilegal kulit dan bagian-bagian tubuhnya, dan penganiayaan disebabkan oleh situasi konflik.

Pada periode tahun ini saja dilaporkan sebanyak 93 ekor macan tutul di India mati. Berita ini Dilansir dari Times of India pada hari Selasa (6/3/2018), menurut keterangan tertulis bahwa kebanyakan kucing besar tersebut mati karena diburu untuk diambil kulitnya dan beberapa bagian tubuh lainnya hanya 12 ekor macan tutul yang mati secara alami.

Macan tutul India adalah salah satu dari lima kucing besar yang hanya ditemukan di India, selain singa Asia, harimau Benggala, macan tutul Salju, dan macan dahan. Pada tahun 2014, sebuah sensus nasional macan tutul di sekitar habitat harimau dilakukan di India kecuali bagian timur laut. Kendati macan tutul India masuk dalam daftar hewan terancam punah, masih banyak manusia yang mengabaikan upaya konservasi. Sebanyak 131 ekor macan tutul tercatat mati. Dalam sensus macan tutul pertama di India pada 2014, populasinya mencapai 7.910 ekor. Hewan karnivora tersebut juga terdeteksi hidup di habitat kucing besar lainnya, harimau, di seluruh wilayah di India.

Macan tutul india pertama kali mendapat perhatian khsusus pada tahun 1794. Friedrich Albrecht Anton Meyer menulis deskripsi pertama mengenai Felis fusca.  Catatannya memberikan laporan tentang seekor kucing besar yang sangat mirip dengan panther dari Benggala dengan panjang tubuh sekitar 125 cm dan memiliki 2 pasang kaki yang sangat kuat serta ekor panjang yang bagus. Kepala sebesar panther, moncong lebar, telinga pendek dan kecil, mata abu-abu kekuningan, bola mata abu-abu; hitam pada pandangan pertama, namun pada pemeriksaan lebih dekat cokelat gelap dengan bintik-bintik berwarna lebih gelap melingkar, sedikit berwarna merah pucat di bawahnya.

Macan tutul India dapat tumbuh hingga 127 cm dan 142 cm . Panjang tubuhnya meliputi kepala hingga ujung ekornya.  Ekor sang  tutul sendiri tergolong cukup panjang karena bisa tumbuh hingga mencapai 76 cm bahkan ada yang sampai 91 cm.  Bobot dewasanya bisa mencapai 50 kg sampai dengan 77 kg. Perbedaan jantan dan betinanya tidak Nampak mencolok, sang betina biasanya memiliki ukuran tubuh lebih kecil dari sang jantan yaitu antara 104 cm sampai 117 cm. Panjang ekor relative sama, karena berukuran lebih kecil dari jantannya maka bobot sang betina juga lebih ringan yaitu antara 29 kg sampai dengan 34 kg.

Friday, 21 September 2018

Macan Tutul Jawa ( Panthera Pardus Melas. )


Macan Tutul Jawa atau dalam bahasa latin dikenal sebagai Panthera Pardus Melas. Terdapat dua jenis atau variasi macan tutul Jawa yaitu dengan tutul biasa dan yang berwarna hitam legam yang biasa dikenal dengan sebutan macan kumbang. Macan tutul dan  Macan kumbang Jawa adalah salah satu subspesies dari macan tutul yang hanya ditemukan di hutan tropis pegunungan dikawasan konservasi hutan Pulau Jawa. Macan tutul Jawa adalah salah satu satwa indentitas yang mewakili lambang lambang Provinsi Jawa Barat.

Dibandingkan dengan macan tutul lainnya, macan tutul jawa berukuran paling kecil tetapi mempunyai indra penglihatan dan penciuman yang sangat tajam. Subspesies ini pada umumnya memiliki bulu hitam legam yang mengilap. Walaupun sekilas terlihat hitam legam faktanya ditubuhnya terdapat bintik-bintik gelap berbentuk kembangan yang hanya bisa terlihat di bawah cahaya terang. Warna hitam legam Macan Kumbang sangatlah membantu dalam beradaptasi dengan habitat hutan yang lebat dan gelap.

Jantan dan betinanya memiliki ciri yang sama persis hanya saja Macan Kumbang betina berukuran lebih kecil dari sang jantan. Sebagaimana sifat macan tutul dimanapun berada hewan ini sangatlah penyendiri dan territorial. Dia akan menyerang siapa saja yang berani masuk didalam wilayahnya tanpa ampun. Sifat soliternya agak mengendur disaat musim kawin tiba ( hmm mungkin lagi cari jodo ) . Macan tutul dimanapun dia hidup dia akan aktif berburu mangsa di malam hari. Mangsanya yang terdiri dari aneka hewan lebih kecil biasanya diletakkan di atas pohon.

Saat ini macan tutul merupakan satu-satunya kucing besar yang masih tersisa dan eksis di Pulau Jawa. Hampir seluruh hutan hutan Jawa yang masih potensial masih didiami oleh sang macan. Tetapi walaupun begitu laporan terbanyak penemuan populasi macan tutul terdapat dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Hal ini terjadi karena TNGP adalah satu destinasi wisata pendakian yang paling ramai dikunjungi oleh para pendaki gunung.

Walaupun terbilang masih cukup aman tetapi dengan banyak hilangnya habitat hutan atau hutan beralih fungsi menjadi perkebunan dan tempat tinggal warga macan tutul jawa dievaluasikan sebagai Kritis sejak 2007. Hal ini semakin diperparah juga dengan adanya perburuan liar sang macan hingga populasinya dianggap turun drastis dan masuk didalam daftar merah IUCN. Satwa ini juga didaftarkan dalam CITES Appendix I. Satwa ini dilindungi di Indonesia, yang tercantum di dalam UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999.

Macan tutul (Panthera Pardus)

Macan tutul (Panthera Pardus) adalah salah satu spesies langka dari empat kucing besar yang masih eksis di muka bumi. Hewan ini dikenal juga dengan sebutan macan dahan karena kemampuannya memanjat terbilang sangat lihat dan melebihi kemampuan kucing-kucing besar lainnya. Awal mulanya macan tutul disangka hibrida dari singa ataupun harimau sehingga mereka mendapat gelar yaitu leopard.

Macan tutul berukuran cukup besar, dengan panjang tubuh antara satu hingga dua meter. Spesies ini rata rata memiliki bulu berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik berwarna hitam namun bintik hitam dikepalanya berukuran lebih kecil dibanding bagian tubuh lainnya. Jantan dan betina memiliki ciri yang sama tetapi macan betina memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari sang jantan.

Secara Spesifik daerah sebaran macan tutul adalah benua Asia dan benua Afrika. Spesies ini dianggap memiliki banyak jenis karena diperkirakan terdapat lebih dari 30 subspesies yang tercatat di segala macam habitat, mulai dari hutan tropis, gurun, savanah, pegunungan dan daerah pemukiman, namun setelah melakukan penelitian lebih lanjut para ahli mereduksi menjadi hanya tinggal sembilan sub spesies Macan Kumbang yang hidup dimuka bumi.

Macan Tutul adalah hewan yang soliter dan saling menghindari satu sama lain. Spesies ini terbilang sebagai hewan nocturnal yaitu hewan yang aktif di malam hari. Walaupun secara teori tercatat sebagai hewan malam tak jarang pada siang haripun kerap melakukan perburuan. Macan tutul tidak hanya ahli soal panjat memanjat tetapi juga sangat piawai dalam berenang dan juga lebih lincah dari kucing kucing besar lainnya. Jika saja ukuran macan tutul sama dengan singa atau harimau maka bisa dipastikan macan tutul lebih berbahaya dari keduanya.

Macan Tutul merupakan pemburu oportunitis, yang menggunakan segala kesempatan untuk mendapatkan mangsanya. Mereka memakan hampir segala mangsa dari berbagai ukuran. Mangsa utamanya terdiri dari aneka hewan menyusui, binatang pengerat, ikan, burung, monyet dan binatang-binatang lain yang terdapat disekitar habitatnya. Karena tingkat kematian anak yang tinggi, betina biasanya mempunyai satu sampai dua anak, yang tinggal bersama induknya sampai macan muda berumur sekitar antara satu setengah sampai dua tahun.

Pada umumnya, Macan Tutul menghindari manusia. Namun macan yang kurang sehat, kelaparan atau terluka sehingga tidak dapat berburu mangsa yang biasa, dapat memangsa manusia. Ada peristiwa mengenai seekor Macan Tutul jantan di Rudraprayag memangsa lebih dari 125 jiwa, dan seekor Macan Tutul betina yang disebut "Macan Tutul Panar" memangsa lebih dari 400 jiwa pada awal abad ke-20 di India. Beberapa subspesies dari Macan Tutul seperti Macan Kumbang dari Indonesia terancam punah, namun secara umum Macan Tutul dievaluasikan sebagai Beresiko Rendah di dalam daftar merah  IUCN.

Macan Kumbang

Macan kumbang adalah salah satu jenis varian dari Macan Tutul. Macan kumbang dan Macan Tutul sebenarnya bukanlah sub spesies yang berbeda dari keluarga Panthera Pardus Melas yang terdapat di Pulau Jawa. Jika Macan Kumbang lebih terlihat hitam mengkilap hingga totolnya tidaklah seterang Macan Tutul itu adalah karena warna pigmenya lebih kuat dari saudaranya, ciri fisik dan perilakunya pun tidak jauh berbeda sebagaimana warna bulunya. Keduanya adalah mahluk nokturnal dan soliter selama menjalani hidup didalam habitatnya.\
Mereka juga perenang dan pemanjat yang handal didalam habitatnya hingga akan sulit sekali menghindar dari kejaran dan sergapan kucing hitam ini, ukuran tubuhnya yang relatif lebih langsing dari Harimau membuat macan kumbang lebih banyak memiliki varian berburu didalam mencari mangsa. Macan Kumbang biasanya sangat pemalu hingga biasanya akan segera menghindar jika terjadi kontak dengan manusia. Dengan cepat dan sigap hewan ini akan segera berlalu sebelum kita bisa melihatnya dengan jelas.

Walaupun bulu-bulunya terlihat hitam pekat dan mengkilat namun apapbila kita cermati lebih dalam ternyata didalam warna hitam pekatnya terdapat totol atau corak yang sama persis dengan Macan Tutul. Pola bintik-bintik gelap tersebut lebih mudah diamati saat di bawah cahaya terang. Macan kumbang jawa (Panthera pardus melas) mempunyai ukuran tubuh berkisar antara 90 – 150 cm dengan tinggi 60 – 95 cm. Bobot badannya berkisar 40 – 60 kg.

Macan Kumbang masih dapat kita temui dibeberapa ruas hutan gunung Pulau Jawa dan bagi mereka yang beruntung hidup didaerah yang relatif aman dari perburuan dan pembunuhan  karena masuk dalam zona Konservasi alam yang dikelola dan dilindungi oleh pemerintah. Seperti di Taman Nasional (TN) Ujung Kulon, TN. Gunung Halimun Salak, dan TN. Gunung Gede (Jawa Barat) serta di TN. Meru Betiri, Baluran, dan Alas Purwo Jawa Timur. Jumlah populasinya (termasuk macan tutul jawa berbulu coklat) diperkirakan berkisar antara 250 – 500 ekor.  Jumlah populasi semakin menurun setiap tahunnya akibat penjarahan liar didalam habitatnya dan wilayah perburuan yang semakin sempit akibat alih fungsi hutan dan meledaknya populasi manusia.

IUCN Redlist memasukkan macan tutul jawa, termasuk macan kumbang, dalam status konservasi Critically Endangered (Kritis). Selain itu juga masuk dalam dalam CITES Apendik I yang berarti tidak boleh diperdagangkan. Di Indonesia macan kumbang sebagai varian macan tutul pun termasuk satwa yang dilindungi dari kepunahan berdasarkan UU No. 5 tahun 1990 dan PP No. 7 tahun 1999.

Friday, 2 March 2018

Macan Tutul dari Rudraprayag


Dalam sejarah tercatat beberapa hewan yang telah menjadikan manusia sebagai mangsa resmi mereka. Diantara hewan hewan itu ternyata macan tutul Indialah yang paling banyak menyita perhatian dunia. Bagaimana tidak setidaknya terdapat tiga kasus macan tutul yang sangat menggemparkan manusia pada eranya. Walaupun yang paling menggemparkan adalah macan tutul dari Panar tetapi masih ada dua kasus lagi yang cukup berdarah dalam sejarah kelam hubungan antara manusia dan macan tutul.

Dalam hal ini saya ingin sekali membahas macan dari Kahani tetapi bahan bahan yang saya butuhkan sebagai dasar penulisan sangatlah terbatas sehingga saya langsung saja masuk kedalam pembahasan macan tutul dari Rudraprayag. Ya macan tutul yang terbilang bengis ini kerap memangsa para peziarah yang hendak mengunjungi kuil suci umat Hindu di daerah Rudraprayag India.



Tercatat dalam literarur setempat bahwa Korban pertama dari macan tutul tersebut berasal dari Desa Benji yang terbunuh oleh aksinya pada tahun 1918. Aksi tersebut berlangsung selama delapan tahun kedepan hingga menimbulkan terror yang cukup menakutkan bagi warga yang hendak melakukan aktifitas.  Orang-orang takut untuk keluar rumah sendirian pada ataupun pergi melintasi jalan antara tempat suci Hindu di Kedarnath dan Badrinath karena daerah tersebut adalah wilayah rawan yang kerap digunakan macan tutul untuk melakukan aksi berdarahnya.

Bahkan apabila sang macan yang haus darah ini tidak mendapatkan mangsa manusia diwililayah operasinya tak jarang dengan liciknya dia pergi keperkampungan warga. Sang macan tak segan-segan untuk menyergap buruannya langsung dari dalam rumahnya. Bagaikan perampok sadis yang super nekat dia tak ragu untuk memecahkan kaca atau menembus dinding rumah untuk membunuh mangsanya lalu menyeretnya keluar didalam gelapnya malam.

Sang macan benar benar cerdik bahkan bisa dibilang sangatlah lihai dalam mengelabui buruannya. Berbagai teknik penyamaran yang timbul dari naluri membunuhnya membuat dia bagaikan pasukan komando yang mampu mengintai mangsa dari dalam lumpur lalu menyabotase keamanan rumah dan mengendap ngendap lalu membunuh mangsanya dengan sangat cerdas dan mengerikan. Menurut catatan resmi Jim Corbett jumlah korban telah mencapai angka 125 orang tewas bahkan kemungkinan nilai itu bisa bertambah apabila korban-korban yang menderita luka parah kemudian meninggal melaporkan kejadiannya yang dialaminya kepada petugas kepolisian setempat.

Sang macan sepertinya mengulang sejarah Tiger from Champawat the killing machine tiger, aksinya telah membuat dirinya menjadi buruan pasukan bersenjata India dan Tentara Kerajaan Inggris. Sama seperti sang legenda dengan lihainya dia mampu menghindari berbagai jebakan maut serta sergapan pasukan yang cukup terkenal di jagad raya ini. Sang macan tetap bebas berkeliaran dan terus melakukan terror maut diantara kepungan ribuan moncong senjata.

Sepandai pandainya harimau memangsa korbanya akhirnya tinta maut tertulis juga untuk dirinya..Ya macan tutul dari Rudraprayag legenda yang telah menimbulkan ketakutan didalam masyarakat akhirnya bertemu dengan sang pemburu handal. Sama seperti Chapawat nasip sang macan berakhir di ujung senapan Jim Corbett yang cukup fenomenal dijamannya.

Corbett bergabung didalam perburuan sang macan pada musim gugur 1925 atas keinginannya sendiri dan akhrinya mampu mengakhiri petualang maut sang macan tutul. Hampir 10 minggu ia habiskan waktu untuk menyusuri dan mencari keberadaan sang penebar terror. Sang macan Tutul tewas setelah peluru yang dilepaskan Jim Corbet bersarang ditubuh dan kepalanya. Kejadian ini tercatat pada tanggal 2 Mei 1926 dan kelak akan selalu diperingati sebagai hari Tewasnya sang macan tutul penyebar teror.

Tuesday, 27 February 2018

The Panar Leopard ( Macan Tutul Pemangsa Manusia )


Ternyata Teror Champawat tidak berhenti reinkarnasi harimau yang dianggap siluman oleh penduduk setempat telah hadir kembali. Champawat telah mati namun bara dendamnya sepertinya diteruskan kembali oleh seekor macan tutul jantan yang juga telah kehilangan kemampuannya untuk melakukan perburuan alami akibat ulah pemburu harimau. Macan tutul ini mulai merubah seleranya menjadi pemakan manusia dan lebih memilih daging manusia atas makanan lainnya.

Mungkin banyak diantara kita yang mengganggap bahwa macan tutul itu tidak terlalu berbahaya tetapi jangan salah walaupun berukuran lebih kecil dari harimau namun macan tutul itu lebih lincah dan beberapa sumber valid juga mengatakan bahwa macan tutul jauh lebih licik dan lihai daripada singa ataupun harimau, macan tutul dianggap sebagai binatang paling mematikan di dunia oleh beberapa pemburu ulung. Salah satu dari mereka juga mengklaim bahwa 'jika macan tutul ukurannya sama seperti singa, mereka akan sepuluh kali lebih berbahaya'. Wow mengerikan juga  yah ternyata.


The Panar Leopard memulai kariernya sebagai pembunuh manusia setelah ia kehilangan kemampuan berburu alaminya akibat cacat permanen dan ketidakmampuannya bersaing dengan predator lainnya. Keadaan ini membuatnya mulai melirik manusia sebagai mangsa barunya.  Macan tutul jantan ini pun kelak akan menjelma sebagai salah satu pemakan manusia paling mematikan sepanjang masa. The Panar Leopard tinggal di daerah panar India pada awal abad 20 dan Ia merupakan macan tutul  paling sukses sebagai pembunuh ulung di mana dia membunuh lebih dari 400 orang penduduk panar dan menjadikannya sebagai pemakan manusia kedua paling produktif dalam sejarah setelah The Champawat Tiger.

Kelincahan serta kepiawaiannya dalam memilih target manusia sebagai mangsanya telah menimbulkan terror baru di dalam kehidupan social masyarakat panar. Korban demi korban terus berjatuhan. Bau amis darah serta aroma mistis kembali menyeruak seiring aksi aksinya. Banyak yang menyebutnya sebagai Iblis reinkarnasi sang legenda ( harimau champawat ) Sang Macan nampak lebih digdaya apabila ia telah berhasil membunuh seorang manusia dan kemudian menyantapnya tanpa ampun.

Lagi lagi kegemilangan sang pemangsa harus berakhir diujung senapan sang penyelamat. Ya Jim Corbett pun kembali beraksi dengan segenap pengalamannya.  Tampaknya takdir telah mengguratkan nama sang spesialis menjadi seorang penyelamat manusia dari terkaman hantu hantu yang haus darah ini. Sang pembunuh dari panar akhirnya tewas terbunuh oleh Jim Corbett pada tahun 1910.

Walaupun macan tutul Panar adalah yang paling terkenal , ada pemakan manusia lain yang juga ditakuti. Pemakan manusia-Kahani, tercatat, menewaskan lebih dari 200 orang, dan pemakan manusia -Rudraprayag, yang mengintai dan membunuh peziarah yg sedang dalam perjalanan ke sebuah kuil Hindu, menewaskan 125 orang. sebelum dia juga ditembak oleh Jim Corbett.

Macan tutul adalah kucing besar dengan ukuran yang terkecil, tapi itu bukan berarti mereka kurang mematikan daripada 'kucing' yang lebih besar.Soal fakta, macan tutul mungkin merupakan predator tertua; bekas gigitan macan tutul telah ditemukan dalam fosil tulang hominid , menunjukkan bahwa kucing ini sudah memakan nenek moyang kita yg hidup pada lebih dari tiga juta tahun yang lalu.